Terkini.id, Jakarta – Bangun Kampung Gembrong dari Infak, Gerindra untuk Anies Baswedan sebut kenapa bukan uang APBD? Minggu 3 Juli 2022.
Pembangunan Kampung Gembira Gembrong di Jakarta Timur dikabarkan memakai dana infak dan juga sedekah ketika shalat Idul Fitri di JIS tersebut menimbulkan sebuah pertanyaan.
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Rani Mauliani mempertanyakan mengapa tidak direncanakan menggunakan APBD pada revitalisasi itu.
“Pembangunan Kampung Gembira bila memang dirasa diperlukan kenapa tidak direncanakan menggunakan uang APBD misalnya,” tanyanya Rani ketika dihubungi, Sabtu 2 Juli 2022.
Menurut Rani infak seharusnya dimanfaatkan buat hal yang lebih terperinci pada keperluan warga tidak mampu. Seperti bantuan pengambilan ijazah bagi anak-anak yang tertahan sampai dengan bantuan sosial (Bansos).
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
- Cek Fakta: Benarkah Relawan Anies Baswedan Temukan Kotak Suara Tak Tersegel di Kota Makassar?
“Mungkin sih sebenarnya boleh-boleh saja, cuma kok kalau saya pribadi kalau urusan infak sebaiknya mungkin menurut saya bisa dimanfaatkan lebih spesifik untuk keperluan warga yang tidak mampu, yang membutuhkan bantuan,” sebut Rani.
“Semisal bagi anak-anak yang ijazahnya masih tertahan karena persoalan tunggakan pembayaran, kan selama ini bisa dibantu melalui Baziz. Jadi mungkin kalau infak bisa disumbang ke sana sehingga bisa menambah kuota bantuan penebusan ijazah, atau mungkin ke bansos lainnya,” lanjutnya.
Rani merasa pembangunan kampung sebaiknya bisa dilakukan dengan memakai APBD ataupun alokasi dana lainnya.
“Menurut saya bila untuk pembangunan seharusnya menggunakan anggaran alokasi APBD atau alokasi dana lainnya misal mungkin bantuan CSR,” jelasnya.
Dikabarkan sebelumnya bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan peletakan batu pertama revitalisasi pada Kampung Gembira Gembrong di Jakarta Timur. Anies juga menyebut revitalisasi tersebut menelan biaya sekitar Rp 7,8 miliar.
Dilansir dari rilis Pemprov DKI yang dipublikasi oleh ppid.jakarta.go.id, keseluruhan anggaran senilai Rp 7,8 miliar tersebut adalah hasil kolektif yang dikumpulkan oleh Baznas Bazis DKI Jakarta, terutama ketika pengumpulan infak dan juga sedekah ketika berlangsungnya shalat Idul Fitri di JIS pada awal Mei silam.
Anies berharap bahwa revitalisasi tersebut bisa menghadirkan wajah baru dan juga memberikan kenyamanan buat warga.
“Sekitar akhir April lalu, kawasan Kampung Gembrong terbakar. Setelah ini kemudian kita menyiapkan bantuan pertama adalah untuk bisa kelangsungan hidup dan tempat tinggal sementara,” terangnya Anies pada rilis Pemprov DKI, Jumat 1 Juli 2022.
“Berbagai support lainnya, mulai administratif sampai tentang kebutuhan dasar. Tapi yang paling penting dari itu semua adalah pembangunan kembali tempat ini,” lanjutnya.
“Karena hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan ulang. Kampung Gembrong ini rencananya dinamai Kampung Gembira Gembrong,” sambungnya.
“Ada 136-unit yang nanti akan dibangun di atas lahan 1.200-meter persegi, yang menelan biaya Rp 7,8 miliar,” tambahnya.
Anies berharap agar pembangunan Kampung Gembira Gembrong tersebut diawasi. Ia mengapresiasi kepada Pemkot Jaktim yang telah menyiapkan dukungan agar proses pembangunan bisa dimulai, dilansir dari detiknews.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
