Terkini.id, Makassar – Ketua Umum (Ketum) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muslim Indonesia (Mapala UMI) Makassar, Bahrum, memberikan klarifikasinya terkait pemberitaan heboh seorang mahasiswi Teknik UMI, Widya Krisnawaty (19), yang meninggal dunia saat prosesi Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diksar).
Sebelumnya, ramai diberitakan Widya meninggal akibat Diksar yang diduga dilakukan oleh Mapala UMI. Berita tersebut kemudian dibantah dengan tegas oleh Bahrum.
Lewat keterangan tertulisnya kepada Media, Rabu, 17 Juli 2019, Bahrum menyebut pemberitaan tersebut tidak benar, sebab penyelenggara Diksar tersebut bukan dari Mapala UMI.
“Yang meninggal dunia bukanlah peserta Diklatsar dari kegiatan Mapala UMI Makassar, sebab saat ini Mapala UMI sendiri belum melakukan atau belum merencanakan diadakannya diklatsar sebagai bentuk perekrutan anggota,” kata Bahrum.
“Untuk melakukan Diklatsar sangat dibutuhkan persiapan yang baik sehingga tidak menimbulkan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, dalam hal ini persiapan kegiatan direncanakan jauh hari sebelum dilakukannya kegiatan,” terangnya.
Mapala UMI turut berbelasungkawa

- Local Media Community Bahas Strategi Media Menghadapi Badai Efisiensi di Makassar
- Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar Berakhir, 16 Atlet Bulutangkis Lolos ke Tahap Karantina
- Indonesia Sehat Jiwa dan Satbrimob Sulsel Resmikan Pusat Layanan Kesehatan Mental di Makassar
- Indonesia Sehat Jiwa Bentuk Peer Buddy di Sekolah Islam Athirah Makassar, Ajak Remaja Bersahabat dengan Emosi
- Rakernas X IKAPROBSI Perkuat Peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan Global
Seharusnya, kata Bahrum, pihak media dalam membuat berita harus memperjelas secara detail dan benar siapa yang melakukan kegiatan itu dan di mana kegiatan itu dilakukan.
“Kapan dan siapa saja yang terlibat dalam kegiatan tersebut harus diperjelas, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang negatif dari masyarakat terhadap organisasi kami,” tegasnya.
Kendati demikian, pihaknya juga turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. “Semoga kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
