Heboh Polisi ‘Nyamar’ Jadi Preman saat Massa Demo, KontraS: Itu Nyata dan Jadi Hal Biasa

KontraS

Terkini.id, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengungkapkan, aksi polisi yang menyaru di dalam barisan massa unjuk rasa merupakan hal yang biasa. 

“Terlepas dari siapa yg ada dalam video (penyusupan polisi) tersebut, praktik kesewenangan dalam aksi oleh polisi adalah nyata,” kata peneliti KontraS, Rivannlee Anandar, dikutip dari Tempo, Kamis 22 Oktober 2020.

Sebelumnya. polisi membantah bahwa ada anggotanya yang menyamar sebagai mahasiswa dan kemudian dipukuli oleh sesama rekannya dalam demo UU Cipta Kerja di Jambi. Aksi tersebut ramai dibicarakan pasca videonya beredar luas di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono saat dikonfirmasi terkait video tersebut, mengatakan peristiwa yang sebenarnya terjadi ialah ketika anggota yang menggunakan baju preman tengah berusaha mengamankan mahasiswa saat akan dipukul oleh personel sabhara.

Di luar peristiwa Jambi tersebut, menurut KontraS, penangkapan yang disertai dengan penganiayaan memang sudah menjadi cara kepolisian dalam menangani aksi. 

Menarik untuk Anda:

Catatan Tempo pada aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis, 8 Oktober 2020 lalu. lebih dari tiga ribu orang ditangkap pasca aksi yang berujung rusuh di sejumlah daerah.

Bukan hanya demonstran, jurnalis juga dilaporkan ditangkap dan mengalami tindak kekerasan oleh aparat. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat 7 orang jurnalis menjadi korban kekerasan polisi saat meliput demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja). Sejumlah jurnalis dikabarkan ditangkap.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Begini Strategi Penanganan Danny-Fatma Tangani Covid-19 di Makassar

Bila Rekomendasi KASN Tak Ditindaklanjuti, Sanksi dari Presiden Menanti Pj Wali Kota Rudy

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar