Heboh Stafsus Jokowi Lakukan Pernikahan Beda Agama, Netizen : Zina Selamanya

Terkini.id, JakartaPernikahan beda agama yang dilakukan Staf Khusus (Satfsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ayu Kartika dengan seorang pria bernama Gerald Sebastian pada Jumat, 17 Maret 2022, di Gereja Katedral Jakarta sedang, sedang heboh diperbingkan.

Hal ini pun menjadi heboh di kalangan pengguna Twitter, seperti akun @rofi_27 yang menyebut tak satupun ulama yang memperbolehkan nikah agama bagi seorang perempuan.

“Ni Perempuan ambil ilmu agamanya dimana? tak satu pun pendapat ulama memperbolehkan nika beda agama untuk perempuan. Zina selamanya,” tulis akun @rofi_27.

Tangkapan Layar (Twitter)

Baca Juga: Hakim MK Minta Dukcapil Berikan Solusi Masalah Pernikahan Beda Agama

Tak hanyak itu beberapa netizenpun ikut memberikan cuitan terkait pernikahan beda agama tersebut.

“Modernisasi agama tidak jauh-jauh dari mencampur adukkan agama-agama. Kalau proyek ini berhasil, hilanglah generasi anak cucu kita yang bangga dengan Islamnya. Semua agama benar, semua agama sama. Jangka panjangnya jika ini sukses, siap-siap panggung politik umat Islam hilang dari peredarannya,” tulis akun @IHamdaka.

Tangkapan Layar (Twitter)

Baca Juga: Digugat 4 Orang Atas Pengesahan Pernikahan Beda Agama, PN Surabaya:...

“Ini pernikahan yang hanya dilandasi dengan maksud agar terlihat ‘beda agama bisa kok’ padahal sebenarnya pengantin wanita sudah murtad sebelumnya,” tulis akun @obeng27.

Tangkapan Layar (Twitter)

“Banyak sudah ulama dan asatid yang mengingatkan haramnya menikah dengan beda agama. Kalau masih memaksakan diri itu haknya dan semua menjadi tanggung jawab yang bersangkutan dan orang tuanya sebagai wali,” tulis akun @Hajudin2.

Tangkapan Layar (Twitter)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Armrsyah Tambunan menjelaskan bahwa pernikahan yang sah harus sesuai agam dan keyakinannya masing-masing. Ketentuan tersebut berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

Baca Juga: Digugat 4 Orang Atas Pengesahan Pernikahan Beda Agama, PN Surabaya:...

“Dalam aturan itu disebutkan dalam satu pasal perkawinan sah itu menurut agama dan keyakinan masing-masing. Artinya perkawinan itu memang perkawinan yang dikonotasikan secara tegas dan jelas berbeda agama tidak diperbolehkan, harus dengan seagama sesuai keyakinan,” kata Amirsyah sebagaimana dilansir dari Cnnindonesiacom. Sabtu, 19 Maret 2022.

Amirsyah menjelaskan bahwa konstitusi Undang-undang Dasar 1945 telah mengatur bahwa Indonesia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ia juga menekankan bahwa konstitusi telah memberikan kebebasan untuk menjalankan agama dan keyakinan masing-masing.

Di sisi lain, Amirsyah enggan berspekulasi soal konsekuensi yuridis terhadap pernikahan beda agama yang dilakukan Ayu dan Gerald. Ia lantas menyerahkan ke pihak Dukcapil dan Kementerian Agama terkait konsekuensi tersebut.

“Di UU tahun 74 itu jelas bahwa itu perkawinan dalam undang-undang itu seagama, bukan berbeda agama,” tambah dia.

Diketahui, Ayu dan Gerald menjalani prosesi pernikahan dengan dua cara, yaitu akad nikah Islam sesuai agama Ayu dan proses pernikahan di Katedral sesuai agama Gerald.

Ayu menggelar akad nikah di Hotel Borobudur Jakarta secara Islam, sekitar pukul 07.30 pagi. Setelah itu dilanjutkan dengan misa pemberkatan di Katedral Jakarta pukul 10.00 WIB. Prosesi pernikahan disiarkan langsung di YouTube Ayu Kartika Dewi.

Bagikan