Terkini.id, Makassar – Peristiwa pasien tak jujur terjadi di Makassar. Seorang warga yang tak disebutkan namanya, membawa anaknya yang batuk-batuk parah ke rumah sakit.
Ibu tersebut, mengaku anaknya batuk keras sejak hari Selasa lalu, karena memakan langkose (kacang besar tanpa kulit yang digoreng dengan garam dan bawang putih).
Namun, pihak tenaga medis di rumah sakit curiga ibu anak tersebut berbohong. Hal itu lantaran perawat menemukan 3 bintik hitam pada punggung tangan anak tersebut.
Perawat mencurigai bintik hitam itu tanda bekas infusan. Sang dokter pun menginterogasi orang tua tersebut, lantaran tidak percaya kacang langkose bisa membuat anak tersebut batuk-batuk hingga tak sadarkan diri.
Setelah berkali-kali mengelak, ibu orang tua tersebut pun akhirnya mengakui anaknya sebelumnya sudah dirujuk ke rumah sakit besar dan hendak diisolasi.
- Bupati Sidrap Paparkan Terobosan Stabilkan Harga Telur di Hadapan Menteri Pertanian
- Sinergi Dinas Kesehatan dan P2KB, Latih Kader, Perkuat Langkah Percepat Penurunan Stunting di Jeneponto
- RS Mata JEC ORBITA Makassar Perkenalkan PRESBYOND untuk Atasi Gangguan Penglihatan Usia 40 Tahun ke Atas
- Wujudkan Target Percepatan Penurunan Stunting, Ribuan Kader Posyandu dan TPK Jeneponto Ikuti Pelatihan Khusus
- PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan dan Modernisasi Agrikultur melalui Program Electrifying Agriculture
Peristiwa itu diceritakan seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Herminta Makassar, yakni Dr Tenriagi Malawat, pada Kamis 4 Juni 2020.
“Tahu ini foto apa? ini kejadian beberapa menit lalu, dan sepertinya masih berlangsung sekarang,” tulis Tenriagi, pada Kamis sore 4 Juni 2020.
Dia menceritakan, anak berusia 3 tahun tersebut masuk UGD dengan penurunan kesadaran.
“Langkah pertama yang dilakukan petugas medis adalah meluruskan jalan napas (Airway), mengecek pernapasan (Breathing) dan mengecek sirkulasi dan mencari jalan masuk infus agar cairan dan obat bisa segera masuk (Circulation). Setelah tindakan ABC ini dilaksanakan secara simultan maka tindakantindakan berikutnya segera dilaksanakan,” tulisnya lewat media sosial.
Dr Tenriagi sempat mengingatkan tenaga medis yang menangani anak tersebut untuk waspada terpapar. Begitu mendapat laporan anak itu dicurigai sudah pernah diinfus di rumah sakit lain,
dia pun ke bagian UGD untuk menemani petugas yang menginterogasi orang tua pasien.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
