Terkini.id, Makassar – Peristiwa pasien tak jujur terjadi di Makassar. Seorang warga yang tak disebutkan namanya, membawa anaknya yang batuk-batuk parah ke rumah sakit.
Ibu tersebut, mengaku anaknya batuk keras sejak hari Selasa lalu, karena memakan langkose (kacang besar tanpa kulit yang digoreng dengan garam dan bawang putih).
Namun, pihak tenaga medis di rumah sakit curiga ibu anak tersebut berbohong. Hal itu lantaran perawat menemukan 3 bintik hitam pada punggung tangan anak tersebut.
Perawat mencurigai bintik hitam itu tanda bekas infusan. Sang dokter pun menginterogasi orang tua tersebut, lantaran tidak percaya kacang langkose bisa membuat anak tersebut batuk-batuk hingga tak sadarkan diri.
Setelah berkali-kali mengelak, ibu orang tua tersebut pun akhirnya mengakui anaknya sebelumnya sudah dirujuk ke rumah sakit besar dan hendak diisolasi.
- Pemkab Jeneponto Gelar Gladi Bersih Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI
- Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Dipercaya Pimpin ADKASI Sulsel, Perjuangkan Tambahan TKD
- Tak Sekadar Fun Walk, PSMTI Makassar Serahkan Sertifikat kepada 40 Peserta Kursus Bahasa Mandarin
- Bupati Bersama Forkopimda Jeneponto Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat Bahagia HUT ke-81 RI
- WALHI Sulsel Dinilai Salah Kaprah: Gakkum Kehutanan Bekerja Menjaga Fungsi Hutan, Bukan Kepentingan Korporasi
Peristiwa itu diceritakan seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Herminta Makassar, yakni Dr Tenriagi Malawat, pada Kamis 4 Juni 2020.
“Tahu ini foto apa? ini kejadian beberapa menit lalu, dan sepertinya masih berlangsung sekarang,” tulis Tenriagi, pada Kamis sore 4 Juni 2020.
Dia menceritakan, anak berusia 3 tahun tersebut masuk UGD dengan penurunan kesadaran.
“Langkah pertama yang dilakukan petugas medis adalah meluruskan jalan napas (Airway), mengecek pernapasan (Breathing) dan mengecek sirkulasi dan mencari jalan masuk infus agar cairan dan obat bisa segera masuk (Circulation). Setelah tindakan ABC ini dilaksanakan secara simultan maka tindakantindakan berikutnya segera dilaksanakan,” tulisnya lewat media sosial.
Dr Tenriagi sempat mengingatkan tenaga medis yang menangani anak tersebut untuk waspada terpapar. Begitu mendapat laporan anak itu dicurigai sudah pernah diinfus di rumah sakit lain,
dia pun ke bagian UGD untuk menemani petugas yang menginterogasi orang tua pasien.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
