Heboh Warga Bohongi Tenaga Medis di Makassar, Ketahuan karena Ada Bekas Infus

Petugas medis melakukan penanganan kepada pasien yang harus dirawat setelah batuk-batuk dan mengalami penurunan kesadaran.(facebook/Tenriagi Malawat)

Terkini.id, Makassar – Peristiwa pasien tak jujur terjadi di Makassar. Seorang warga yang tak disebutkan namanya, membawa anaknya yang batuk-batuk parah ke rumah sakit.

Ibu tersebut, mengaku anaknya batuk keras sejak hari Selasa lalu, karena memakan langkose (kacang besar tanpa kulit yang digoreng dengan garam dan bawang putih).

Namun, pihak tenaga medis di rumah sakit curiga ibu anak tersebut berbohong. Hal itu lantaran perawat menemukan 3 bintik hitam pada punggung tangan anak tersebut.

Perawat mencurigai bintik hitam itu tanda bekas infusan. Sang dokter pun menginterogasi orang tua tersebut, lantaran tidak percaya kacang langkose bisa membuat anak tersebut batuk-batuk hingga tak sadarkan diri.

Setelah berkali-kali mengelak, ibu orang tua tersebut pun akhirnya mengakui anaknya sebelumnya sudah dirujuk ke rumah sakit besar dan hendak diisolasi.

Menarik untuk Anda:

Peristiwa itu diceritakan seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Herminta Makassar, yakni Dr Tenriagi Malawat, pada Kamis 4 Juni 2020.

“Tahu ini foto apa? ini kejadian beberapa menit lalu, dan sepertinya masih berlangsung sekarang,” tulis Tenriagi, pada Kamis sore 4 Juni 2020.

Dia menceritakan, anak berusia 3 tahun tersebut masuk UGD dengan penurunan kesadaran.

“Langkah pertama yang dilakukan petugas medis adalah meluruskan jalan napas (Airway), mengecek pernapasan (Breathing) dan mengecek sirkulasi dan mencari jalan masuk infus agar cairan dan obat bisa segera masuk (Circulation). Setelah tindakan ABC ini dilaksanakan secara simultan maka tindakantindakan berikutnya segera dilaksanakan,” tulisnya lewat media sosial.

Dr Tenriagi sempat mengingatkan tenaga medis yang menangani anak tersebut untuk waspada terpapar. Begitu mendapat laporan anak itu dicurigai sudah pernah diinfus di rumah sakit lain,
dia pun ke bagian UGD untuk menemani petugas yang menginterogasi orang tua pasien.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kapal Tenggelam di Perairan Kupang: 7 Nelayan Hilang, 2 Jasad Anak Ditemukan

Ini Alasan Ahok Tak Bisa Jadi Menteri Menurut Pakar Hukum Tata Negara

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar