Helmi Felis: Tanda Negeri Ini Sudah Bebas dari Oligarki adalah Ditangkapnya Jokowi

Helmi Felis: Tanda Negeri Ini Sudah Bebas dari Oligarki adalah Ditangkapnya Jokowi

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis menyinggung soal tanda negeri ini sudah terbebas dari oligarki ketika Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah tidak menjabat.

Ia menilai bahwa tanda terbebasnya Indonesia dari oligarki adalah jika Jokowi ditangkap untuk mempertanggungjawabkan semua kebijakannya yang merugikan negara.

Hal ini disampaikan Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 30 Maret 2022.

“Nanti ketika Jokowi sudah tidak menjabat, tanda negri ini sudah terbebas dari Oligarki adalah ditangkapnya Jokowi untuk mempertanggungjawabkan semua kebijakannya yang merugikan Negara,” katanya.

Dalam cuitannya yang lain, Helmi Felis mengatakan bahwa kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbahaya bagi Indonesia.

Baca Juga

Oleh sebab itu, ia menyerukan “turunkan Jokowi!” serta menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan jadi 3 periode.

“Kepemimpinan Jokowi berbahaya bagi Indonesia,” kata Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 30 Maret 2022.

“Sebab itu tidak ada alasan untuk menunda pemilu apalagi memaksakan kehendak Jokowi 3 periode,” sambungnya.

Helmi Felis meyakini bahwa rakyat lebih mencintai Indonesia dibanding mencintai Presiden Jokowi.

“Rakyat tentu lebih cinta Indonesia daripada Jokowi. TURUNKAN  JOKOWI!!” katanya.

Dalam cuitannya yang lain, Helmi Felis mengatakan bahwa pemakzulan Presiden Jokowi kini telah menjadi cita-cita tertinggi sebagian besar masyarakat.

“Wacana pemakzulan Jokowi oleh rakyat bukan wacana warung kopi,” kata Jokowi.

“Turunkan Jokowi telah menjadi cita-cita tertinggi sebagian besar rakyat sekarang ini,” tambahnya.

Helmi Felis juga menyinggung soal sikap para pejabat di Pemerintahan Jokowi yang menurutnya membuat rakyat semakin muak.

Ia mencontohkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak mundur dari jabatannya, meski ada beberapa desakan.

Sebagaimana diketahui, Ketua MK saat ini didesak mundur usai berita soal dirinya menikahi adik Presiden Jokowi terbuka ke publik.

Pasalnya, dikhawatirkan akan terjadi konflik kepentingan saat MK memutus perkara yang terkait dengan Presiden Jokowi.

“Semakin banyak tingkah laku pejabat yang saat ini justru menambah kemuakkan rakyat. Yang terbaru penolakan Ketua MK untuk mundur,” kata Helmi Felis.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.