Terkini.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Lies F Nurdin, memiliki perhatian besar terhadap industri kerajinan. Menurutnya, Sulsel memiliki potensi industri kerajinan yang luar biasa, dan tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia.
Seperti industri kerajinan logam yang ada di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Saat berkunjung ke kawasan pengrajin logam di daerah ini, Lies terlihat takjub melihat keindahan hasil tangan para pengrajin.
Ia bahkan berjanji akan membawa tamu-tamu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, untuk berkunjung ke kawasan tersebut.
“Apa yang dihasilkan pengrajin disini sangat luar biasa,” puji Lies, saat berkunjung ke Kawasan Pengrajin Logam Kelurahan Borong, Rabu 17 Februari 2021.
Menurut Lies, para pengrajin membutuhkan perhatian. Hasil-hasil kerajinan para pengrajin seharusnya dipajang di galeri. Lokasi pengrajin yang ada di lorong-lorong, tentu menyulitkan jika ada tamu asing yang ingin berkunjung.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
“Kalau ada tamu asing, tidak mungkin kita datangi rumah pengrajinnya satu satu. Tapi alhamdulillah, katanya sudah dibangun galeri, hanya belum selesai,” ujarnya.
Selain itu, yang menjadi perhatian Lies adalah soal desain. Iapun berjanji akan mengirim para pengrajin perak tersebut ke Bali, untuk belajar desain.
“Selama ini sudah bagus, tapi kan harus ada model yang lain. Kemudian harus mengikuti juga selera milenial,” terangnya.
Selain mengunjungi Kawasan Pengrajin Logam di Kelurahan Borong, Lies juga mendatangi pusat industri kerajinan enceng gondok yang ada di Jalan Serui, binaan Mimi Kudriati. Hasil kerajinan di tempat ini pun bermacam-macam. Mulai kursi, tas, hingga sendal.
“Saya sangat berharap, supaya UMKM kita diperhatikan. Karena itu, saya bersama Ibu Wali Kota datang, apa yang kita bisa support, supaya pengrajin kita bisa berkembang dengan baik,” tuturnya.
Untuk pengembangan industri kerajinan ke depan, Dekranasda juga menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk membina dan membantu dalam hal permodalan bagi sentra produksi. Salah satunya, pengrajin logam atau silver yang ada di Kelurahan Borong, yang jumlahnya mencapai 50 pengrajin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
