Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut terjadi kenaikan kasus Covid-19 harian hingga mencapai 600.
Kasus harian ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya kasus harian rata-rata hanya berkutat pada angka 200-300.
Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kota Makassar sudah mencapai 97 persen. Danny menyebut saat ini klaster rumah tangga masih mendominasi kasus harian di Kota Makassar.
Ia mengatakan bakal kembali menurunkan detektor Covid-19 untuk melakukan pelacakan kasus.
“Klaster rumah tangga,” kata Danny Pomanto, Minggu, 1 Agustus 2021.
Di sisi lain, Danny mengatakan pemerintah kota tak ingin membebani BOR RS dengan menghadirkan isolasi terapung. Saat ini, pihaknya terus melakukan penyempurnaan melalui simulasi.
“Baik sekali tadi, walau ada beberapa yang perlu disempurnakan tapi itu tidak terlalu berat karena sudah dilaksanakan tinggal disempurnakan,” ucap Danny.
Simulasi yang berlangsung pada hari ini yakni pengantaran kapal Umsini ke area Pulau Lae-Lae. Ia menyebut tak ada teknis yang berubah terkait isolasi mandiri.
“Simulasinya dengan kapal tadi diantar di sana. Kalau satu-satu ingin isolasi nanti tinggal diantar,” papar Danny.
Saat ini Kapal Umsini sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan ihwal Kapal Umsini sebagai tempat isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19. Kapal Umsini bakal mulai beroperasi pada 2 Agustus 2021.
Terkait dengan jumlah pasien tahap pertama yang akan melakukan pemulihan kesehatan di Kapal Umsini, Danny menyebut belum bisa menjelaskan secara rinci.
“Belum tahu karena kita butuh updatenya, karena yang minggu lalu sudah disiapkan sekitar 500 itu sembuh. Sisa 112 ini juga sudah banyak sembuh jadi updatenya besok,” kata dia.
“Orang 5 hari sudah sembuh, jadi besok baru di tahu lagi siapa tau sudah pas masuk sini sembuh memang mi,” sambungnya kemudian.
Penanganan Covid-19 dari Hulu ke Hilir
Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar dr Wachyudi Muchsin mengatakan perlunya penanganan secara komprehensif dengan adanya peningkatan kasus harian Covid-19.
“Penanganan itu dari hulu ke hilir. Hal itu perlu dilakukan agar tak kebablasan di pintu terakhir, yakni di rumah sakit,” kata dr Yudi.
Dokter Yudi menilai penting menambah tempat isolasi mandiri. Sebab, ketertampungan pasien di Asrama Haji dan Balai Besar Laboratiolum Kesehatan Makassar sudah penuh.
Sementara Isolasi mandiri di Kapal Umsini hingga saat ini belum beroperasi.
“Klaster keluarga paling banyak, yang paling penting kita pikirkan adalah penanganan mandiri yang perlu dimaksimalkan,” ujarnya.
Kendati Makassar masuk zona merah, ia meminta tak ada kepanikan yang berlebihan. Peningkatan tersebut lantaran angka tersting (pengetesan) kasus juga tinggi.
“Ini bedanya dengan dulu,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
