Holywings dan Marabunta Ditutup, Kapolrestabes: Pelaku Usaha Bandel

Terkini.id, Jakarta – Holywings dan Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah ditutup sementara karena melanggar aturan PPKM level 1.

Diketahui penutupan dua tempat makan itu tak lepas dari aksi ‘mata-mata’ yang disebar oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sebelumnya, Luhut sempat mengungkapkan bahwa disiplin penerapan protokol kesehatan di berbagai sektor semakin berkurang belakangan ini. Hal itu, berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh tim yang diterjunkan pemerintah.

Baca Juga: Varian Omicron Lebih Ganas, Luhut Panjaitan: Mampu Hindari Antibodi yang...

“Di berbagai sektor, terutama seiring disiplin masyarakat yang semakin berkurang terhadap pandemi COVID-19. Karena kami kirim tim juga,” kata Luhut dalam konferensi pers, Senin 25 Oktober 2021.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan tim banyak klub malam di sejumlah daerah yang masih melanggar ketentuan jam operasional.

Baca Juga: Edit Foto Hitler Jadi Wajah Luhut, Netizen: Figur Penghianat Rakyat

“Lihat misalnya ada klub malam, misalnya di daerah Semarang atau di daerah tempat lain, itu buka sampai jam 2 pagi. Seperti ini kan berbahaya sekali,” ungkapnya.

Imbas dari ‘mata-mata’ yang dilakukan oleh tim bentukan Luhut ini adalah menutup sementara dua restoran atau kafe yakni Holywings dan Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

“Ini akan dibuka satu bulan lagi, jadi tanggal 27 November dibuka. Ini karena sudah membikin tokoh nasional menyoroti kejadian seperti ini di Holywings dan Marbunta ini. Kami minta owner-nya tertib lah,” ujar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Edit Foto Hitler Jadi Wajah Luhut, Netizen: Figur Penghianat Rakyat

Dilansir dari Detikcom, bahwa pelanggaran yang dilakukan dua kafe itu sudah ditindaklanjuti oleh Polrestabes Semarang pada dini hari kemarin. Keduanya melanggar batas waktu operasional pada PPKM level 1 yaitu melebihi pukul 24.00 WIB.

Hingga akhirnya Satpol PP Kota Semarang juga datang untuk menegakkan Perda berupa penutupan sementara hari ini. Fajar melanjutkan tindakan serupa pada tempat lain yang melanggar aturan PPKM di Semarang.

“Ternyata masih ada kafe yang melebihi (jam operasional) sehingga Pak Kapolres turun sendiri. Dicek memang dua ini di atas jam 00.00. Sehingga kami selaku penegak Perda hadir di sini tempeli stiker penutupan sementara,” jelas Fajar.

“Kalau masih ndablek (bandel) kita akan berikan surat rekomendasi pencabutan izin,” imbuhnya.

Sementara itu perwakilan dari pihak Holywings dan Marabunta belum bisa ditemui hari ini. Pengelola kedua kafe itu disebut sedang tidak berada di tempat.

Diberitakan sebelumnya, dua kafe itu disegel polisi hari Selasa 26 Oktober dini hari.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan penyegelan dilakukan karena pelaku usaha itu bandel. Dalam aturan PPKM level 1 sudah dijelaskan tentang batas waktu operasional.

Bagikan