Terkini.id, Sulbar – Pengungsi anak dan balita di sejumlah posko pengungsian mulai terserang penyakit. Mayoritas anak-anak dan balita menderia diare akut dan ISPA.
Salah satu tim medis dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel DR dr Martirah Maddepungeng S.PA (K) mengatakan sejumlah penyakit sudah diderita oleh pengungsi disebabkan oleh beberapa faktor.

“Sejumlah penyakit sudah mengerang pengungsi. Seperti diare, ISPA, demam, dan lainnya. Hal itu dikarenakan karena kondisi pengungsian misalnya kondisi tenda, cuaca dan lainnya. Oleh itu kita berharap warga yang ada di pengungsian
tetap menjaga kebersihan dan kesehatan,*ujar Martirah saat ditemui di lokasi pengungsian Desa Lebani Kecamatan Tappalang Barat, sebuah lokasi pengungsian yang terisolir, Rabu 20 Januari 2021.
Ia menyebut anak-anak memang rentan terserang penyakit kalau tinggal di pengungsian. Bisa menjadi penyebabnya karena asupan makanan kurang bervariasi sehingga berdampak pada melemahnya daya tahan tubuh.
“Kami menghimbau kepada pengungsi yang memiliki anak dan balita agar tidak segan memeriksakan kesehatan anak ke posko media yang ada dan juga menyediakan makanan pendamping ASI dan asupan gizi tambahan untuk anak,”ajaknya.

- Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Gelar Aksi Ujuk Rasa, NasDem Sulsel Tolak Narasi Pemberitaan yang Dinilai Menyesatkan
- Macawa Fest 2026 Tawarkan Pengalaman Event Berstandar Global
Diketahui, pada Rabu 20 Januari 2021, gabungan tim medis dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel bersama dengan Tim Medis Bontolempangan Medical Center telah sukses menjelajahi sejumlah titik pengungsian terisolir. Tim berkolaborasi dengan IOF.
Berdasarkan pantauan terkini.id yang juga turut ikut dalam rombongan tersebut menyaksikan sejumlah aktivitas tim medis di lokasi pengungsian.
Beberapa di antaranya adalah melakukan pemeriksaan bagi pengungsi yang mempunyai keluhan.
Mereka juga membagikan masker, vitamin, obat-obatan, terpal, bubur bayi, logistik, dan juga para dokter maupun tim medis yang ada tampak mengedukasi masyarakat agar tetap sehat dan menjaga kebersihan selama berada di pengungsian.
Di sela-sela pemeriksaan di posko-posko pengungsian warga, tim relawan medis dari Bontolempangan Medical Center turut melakukan pertolongan pertama bagi korban Kecelakaan lalu lintas di Dusun Mandiri Desa Lebani Kecamatan Tappalang Barat.
Mereka melakukan pertolongan langsung bersama IOF bagi korban. Dimana pada saat itu terjadi kecelakaan berupa mobil operasional PLN kecelakaan terjatuh ke dalam jurang.

Semua korban selamat dari insiden tersebut. Hanya saja beberapa orang mengalami luka berat pada bagian kepala, tangan, dada. Dari 11 korban, ada tiga orang yang dilarikan di RS Bhayangkara dengan menggunakan mobil dari IOF. Satu orang dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
