Sejumlah Pengungsi Gempa Sulbar Mulai Terserang Penyakit

Terkini.id, Sulbar – Memasuki hari kelima pasca terjadinya bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, puluhan ribuan masyarakat terpaksa mengungsi di berbagai tempat pengungsian.

Akibatnya, para pengungsi mulai terserang berbagai penyakit, seperti demam, filek, infeksi saluran pernapasan akut, gatal-gatal, diare dan berbagai macam jenis penyakit lainnya. Dan hingga saat ini, obat-obatan masih minim dan tim medis masih sedikit.

Salah seorang pengungsi yang ada di posko pengungsian di Tapalang menyampaikan jika anaknya sudah dua hari mengalami sakit seperti muntah dan mencret.

“Kami dari pengungsi butuh obat. Anakku sudah dua hari saut diare dan mencret. Belum lagi cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, butuh bantuannya,”terangnya kepada terkini.id melalui media sosial pribadinya,”tuturnya.

Mungkin Anda menyukai ini:

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene Sulawesi Bara, dr Rahmat, mengatakan saat ini kondisi sejumlah pengungsi banyak yang mengeluh terserang berbagai macam penyakit.

Baca Juga: Tim DMC Dompet Dhuafa Dirikan Musala Darurat Untuk Pengungsi Gempa...

“Sejumlah pengungsi dari dua Kecamatan Ulumanda dan Malunda yang mengeluh sakit di lokasi pengungsian, seperti diare, flu, gatal-gatal, ISPA, dan penyakit lainya,” tuturnya.

Dia juga mengaku jika pihaknya terus melakukan pendataan terhadap para pengungsi yang sakit di pengungsian. Pasalnya masih ada beberapa lokasi pengungsian yang belum terjangkau. 

“Kami akan terus melakukan pendataan terhadap para pengungsi yang sakit, apalagi masih ada beberapa titik pengungsian belum kami jangkau terutama yang ada di pengunungan,”bebernya.

Baca Juga: IDAI: Anak-anak Korban Gempa Sulbar Mulai Terserang Penyakit

Sementara di Kabupaten Mamuju, sejumlah pengungsi juga menyampaikan hal serupa jika mereka sudah mulai terserang beberapa jenis penyakit. 

Seperti yang terpantau redaksi terkini.id di posko Stadion Manakarra. Salah seorang pengungsi, Anti kepada terkini.id mengaku anaknya mengalami demam dan filek. 

“Sudah empat harima di sini mengungsi bersama dengan dua anakku. Satu bayi berumur satu bulan dan satunya juga masih balita. Anakku sakit. Kita butuh bantuan berupa obat-obatan seperti minyak telon dan beberapa kebutuhan lainnya,” pungkas Anti.

Bagikan