IDI Makassar Tak Rekomendasikan GeNose untuk Evaluasi PTM Terbatas

IDI Makassar Tak Rekomendasikan GeNose untuk Evaluasi PTM Terbatas

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Siswanto Wahab tak merekomendasikan pemerintah kota menggunakan GeNose untuk pemeriksaan kesehatan siswa per 2 pekan setelah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. 

“Saya tidak mau. IDI tidak merekomendasikan pakai GeNose dalam bentuk follow up-nya,” kata Siswanto, Jumat, 8 Oktober 2021.

Siswanto mengatakan pemeriksaan rutin harus dilakukan paling tidak dalam dua minggu sekali menggunakan tes antigen sebagai bentuk tindak lanjut simulasi PTM terbatas.

“Pakai tes antigen saja, kalau ada keluhan, lanjut swab PCR,” jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah kota harus memberi atensi dalam evaluasi pembelajaran tatap muka. Jangan serta merta setelah tatap muka, kata dia, maka dianggap tidak ada keluhan.

Baca Juga

“Harus ada follow up dan evaluasi karena ini baru pertama kali dilakukan semenjak pandemi. Evaluasinya itu nanti dilihat apakah perlu mekanisme baru, atau jumlah siswa yang masuk dikurangi jadi seperempat, atau mungkin kembali lagi belajar daring,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pada tahap pertam semua siswa melakukan tes antigen, bukan berdasarkan sampel atau tes acak. Ia menyebut telah menyiapkan 400 ribu alat antigen khusus untuk persiapan PTM.

Ia mengatakan akan melakukan evaluasi per 2 pekan dengan menggunakan GeNose. Ia mengatakan hal itu untuk memeriksa kesehatan paru-paru siswa.

“Per 2 minggu kita akan tes paru-paru (siswa) lewat GeNose, apakah sehat atau tidak?” kata Danny Pomanto.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.