terkini.id,Makassar– Madu merupakan antibiotik alami yang sangat baik dan sangat dibutuhkan untuk kesehatan tubuh.
Telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai obat. Dikutip dari referensi jurnal ‘Iranian Journal of Basic Medical Science’ pada tahun 2013 mengungkapkan madu telah digunakan oleh manusia sejak 8.000 tahun lalu.
Pun dalam peradaban sejarah pengobatan tradisional, telah dimanfaatkan sebagai penyembuh luka dan beragam penyakit oleh Bangsa Mesir, Tiongkok, Yunani hingga daratan Romawi, dll.
Hingga jaman sekarang di era disrupsi digital, kisah dari setetes madu tetap tak lekang diterpa zaman. Dan digunakan juga oleh industri farmasi sebagai salah satu bahan obat-obatan maupun bahan kosmetik.
Kandungan madu juga memiliki segudang manfaat dan yang paling utama, yakni sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit, hal ini dipertegas dalam Al Quran yaitu pada Surah An-Nahl (Lebah) ayat 68-69 Allah SWT berfirman: ”Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ”Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia”…Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi mereka yang memikirkan”.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Besarnya manfaat yang dimilikinya pada usaha penyembuhan berbagai penyakit membuat semakin tingginya permintaan madu oleh konsumen. Secara tidak langsung menyebabkan kebutuhan akan ketersediaan pasokan madu murni ini semakin tinggi.
Hal ini pula yang menjadikan salah satu pemantik bagi Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI) Region Sulsel yang turut hadir meramaikan Ruqyah Festifal Expo 2020 pada sabtu-minggu 5/6 Desember 2020. Berlokasi di Edelwise Ballroom UNIFA Makassar yang menjadi salah satu even besar di Kota Makassar. Tentunya even ini tetap menerapkan standar protokol Kesehatan menuju era New Normal dari Pandemi covid-19 ini.
Menurut Hasan Asari, selaku ketua Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI) Region Sulawesi Selatan menuturkan, pihaknya tidak ingin ketinggalan memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan kehadiran Asosiasi ini, yang baru saja terbentuk kurang lebih satu tahun silam.

‘Keberadaan ILMI Region Sulsel merupakan perpanjangan tangan dari ILMI Pusat yang didirikan pada Tanggal 1 Mei 2016 dan diketuai oleh Debby Bustomi,” tambahnya.
“Dengan visi utama menjaga kemurnian madu Indonesia. ILMI Region Sulsel sendiri meski baru berusia satu tahun namun sudah memiiliki beberapa anggota yang terdiri dari para praktisi perlebahan, pengusaha lebah madu dari berbagai elemen mulai dari ‘pemburu’ madu hutan hingga ‘pembudidaya’ madu ternak,”pungkas Hasan Asari.
Kegiatan selama (2) dua hari pada ILMI expo Region SulSel turut menyemarakkan pada salah satu stand dalam event tersebut . Tak ketinggalan pula dirangkaikan dengan even dari festival muslim Expo Ruqyah Fest 2020 diantaranya Herbal Barokah, Rehab Hati Makassar dll.
Di perhelatan ini ILMI Region Sulsel juga memperkenalkan beberapa produk madu murni.
Rasa antusiasme para peserta Ruqyah Fest 2020 tentang perlebahan yaitu bagaimana mengenali madu murni hingga ‘madu Sintesis Oplosan dan Sirupan atau SOS’ serta produk lebah lainnya
Beberapa owner produk madu murni yang telah bergabung dalam Asosiasi ILMI diataranya; Lumbung Madu Hasanah, Rumah Madu Tarakan, Madu Hutan Ummu Ruqayyah, Lumbung Madu Sahi, Rumah Madu Tsiqah, Lantoro Honey, Madu Awani, Madu Premium Mabarakka, Madu Murni I Bee, Jabalunnahal, Roemah Madu Asli Hutan Sulawesi, Syurah Madu Karst, Rumah Madu Mae-Q, Madu Asy Syifa, Madu Ahlan dan Madu Tasiqah. Mereka yg bergabung ini sebelumnya harus menandatangani pakta integritas untuk selalu menjunjung kemurnian madu dan memajukan perlebahan Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan.
Animo yang sangat besar ditandai dengan banyaknya pengunjung ke stand ILMI yang mengajukan beberapa pertanyaan terkait mulai dari cara membedakan ‘madu SOS’ dan madu asli hingga proses packaging.
ILMI Region Sulsel akan terus melakukan upaya melalui edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat dari hulu hingga hilir.
Ditengah maraknya peredaran ‘madu SOS’ Hasan Asari juga berpesan agar seluruh masyarakat utamanya para pencinta madu untuk berhati-hati dalam membeli madu.
“Harus yakin madu yang anda konsumsi adalah madu murni yaitu madu yang keluar dari langsung di perut lebah ” pesannya.
Firna Sofianti Thamrin salah satu anggota ILMI Region SulSel , menyampaikan harapan agar mendorong pihak pemerintah daerah untuk membangun Urban Bee dengan menginisiasi kawasan wisata edukasi lebah perlu dilakukan dan ini akan digagas sebagai salah satu program kerja ILMI Region Sulsel kedepannya.
“Tetap lestarikan produk khas Indonesia , dengan terus berupaya memfasilitasi konsumen dengan produk lebah utamanya madu murni, secara tidak langsung kita mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional serta memajukan UMKM di Indonesia sesuai arahan Pemerintah,” pungkas Firna Sofianti Thamrin yang dalam kesehariannya juga mengabdi menjadi ASN di P3E SUMA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
CJ: Firna Sofianti Thamrin
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
