Indonesia Bisa Impor Ratusan Ribu Ton Jagung Gegara Kurang Cermat Menghitung

Ternyata air rebusan jagung sangat bermanfaat bagi kulit wajah. (Foto/ils)

Terkini.id, Jakarta – Impor jagung Indonesia yang cukup tinggi dalam dua bulan terakhir, memancing banyak pertanyaan.

Pasalnya, di satu sisi Presiden Jokowi dan Kementerian Pertanian menegaskan produktivitas jagung dalam negeri meninggal cukup tinggi.

Namun, Kementerian Perdagangan tidak yakin stok mencukupi sehingga harus impor.

Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam diskusi di kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019, mengungkapkan pengaturan importasi belum maksimal dalam hal hitung-hitungan.

Sejauh ini, importasi jagung bertujuan baik, yakni memaksimalkan tanaman jagung petani untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Tapi kemudian kita lihat ada hal-hal yang tidak terukur, mungkin pendataan kita kurang tersistem dengan baik, sehingga kita terlambat mengukur kekurangan saat masa paceklik. Akhirnya kita baru melakukan pencukupan kebutuhan peternak pada saat-saat akhir,” ujar Musdhalifah Machmud.

Pernyataan tersebut membeberkan alasan di balik impor jagung hingga mencapai 280 ribu ton dari Desember 2018 hingga Januari 2019.
Impor tersebut banyak disorot karena dinilai akan mengancam harga jagung dan pangkat di tingkat peternak.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya menetapkan harga khusus daging dan telur ayam yang berdampak pada kenaikan harga pembelian daging dan telur ayam di tingkat peternak (farmgate).

Salinan Surat Menteri Perdagangan No. 82/M-DAG/SD/1/2019 tertanggal 29 Januari 2019 sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia menjelaskan, harga acuan pembelian daging dan telur ayam di tingkat peternak serta harga acuan penjualan di tingkat konsumen sebagaimana diatur dalam Permendag No. 96/2018 berlaku untuk kondisi normal.

Di dalam permendag tersebut, harga acuan pembelian daging dan telur ayam ras di tingkat farmgate dipatok Rp 18.000/kg (harga batas bawah) hingga Rp 20.000/kg (harga batas atas).

Adapun pemerintah memandang kenaikan harga jagung dan pakan di tingkat peternak saat ini adalah kondisi yang tidak normal sehingga perlu diterapkan harga khusus untuk menjamin ketersediaan suplai, stabilitas serta kepastian harga daging dan telur ayam hingga Maret 2019.

Oleh karena itu, Mendag menetapkan harga khusus pembelian daging dan telur ayam ras di tingkat farmgate seharga Rp 20.000/kg (harga batas bawah) hingga Rp 22.000/kg (harga batas atas). Sementara itu, harga khusus penjualan daging ayam ras kepada konsumen ditetapkan seharga Rp 36.000/kg dan telur ayam ras seharga Rp 25.000/kg.

Sehari sebelum Surat Menteri Perdagangan itu terbit, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membenarkan adanya tambahan impor jagung untuk pakan ternak sebanyak 150.000 ton. Dengan demikian total impor mencapai 280 ribu ton.

Darmin menjelaskan, pemerintah memutuskan membuka kembali keran impor jagung. Ini karena fakta di lapangan menunjukkan harga jagung di tingkat peternak belum turun.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Ahli Radiologi Bantu Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Corona, Bisa Ditiru

Kampanye #KasihLebihan Sukses Bantu Para Driver

Segera Manfaatkan Program Kolaborasi Murah Meriah Telkomsel Ini, Selama Anda Kerja dari Rumah

Awal Tahun, Kalla Toyota Pimpin Penjualan Roda Empat di Sulsel

Alfamart Salurkan Nutrisi dan Vitamin untuk Bantu Tenaga Medis Tangani Corona

Dapat Dukungan Masker hingga Vitamin C, Mitra Ojek Online Merasa Lebih Tenang

Trafik Komunikasi Data Telkomsel Meningkat  Selama Darurat Virus Corona

Telkomsel Berikan Paket Biaya Khusus dan Bebas Kuota Data untuk Layanan Ini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar