Ini Alasan WHO Keluarkan Peringatan Keras soal Virus Marburg yang Mirip Ebola

Ini Alasan WHO Keluarkan Peringatan Keras soal Virus Marburg yang Mirip Ebola

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ini alasan WHO keluarkan peringatan keras soal virus Marburg yang mirip ebola. Belum selesai pandemi Covid-19 dengan varian Deltanya yang diklaim ganas dan menular dengan cepat, kini muncul virus baru Marburg yang disebut mirip virus ebola.

Lantaran urgensinya, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengeluarkan peringatan keras atau red alert tentang wabah virus Marburg yang sangat menular setelah mengonfirmasi satu orang meninggal akibat infeksi virus ini pada 6 Agustus 2021 lalu.

Atas kejadian itu, virus yang telah memakan korban itu menjadi kasus yang pertama kali dilaporkan di Guinea dan Afrika Barat.

Virus Marburg, seperti dilansir dari republika.co.id, dapat mengakibatkan tingkat kematian tinggi. Hingga saat ini, belum ada obat yang secara khusus dan resmi disetujui untuk menangani penyakit akibat infeksi virus Marburg.

Dibayangi kekhawatiran atas penularan virus di Guinea, WHO dan sejumlah organisasi internasional seperti Palang Merah atau Red Cross telah memulai langkah-langkah penting guna pengendalian wabah virus Marburg. Saat ini, penyelidikan sumber infeksi juga tengah dilakukan.

Baca Juga

Sebanyak empat kontak dekat dari kasus kematian pertama di Guinea dilaporkan, termasuk di antaranya adalah seorang petugas kesehatan. Seluruhnya sedang dalam pemantauan ketat untuk mencegah penularan lebih lanjut dan diharapkan dapat ditangani lebih cepat.

Pelacakan kontak saat ini berlangsung di tingkat masyarakat di Guinea dan Afrika Barat, dengan pencarian kasus aktif di fasilitas kesehatan dilakukan. WHO mengkhawatirkan wabah Marburg terjadi di tingkat nasional dan regional.

“Penyakit virus Marburg (MVD) adalah penyakit yang sangat ganas dan rawan epidemi terjadi terkait  tingkat kematian kasus yang tinggi atau case fatality rate 24 hingga 90 persen),” beber Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika, Matshidiso Moeti dalam sebuah pernyataan, dilansir Express UK, Selasa 10 Agustus 2021.

Pada awal perjalanan penyakit, menurut WHO, sulit membedakan MVD dengan penyakit yang menyebabkan demam tropis lainnya. Hal itu karena banyaknya kesamaan dalam gejala klinis.

Kendati tes polymerase chain reaction (PCR) dapat mengidentifikasi virus, namun sangat sulit untuk mengenali virus Marburg secara pasti pada awal lantaran kemiripannya dengan ebola. WHO juga memperingatkan sistem perawatan kesehatan Guinea yang rentan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.