Terkini.id, Jakarta – Ini kata dokter Tirta soal GERD jadi komorbid pasien Covid-19. Orang yang sedang mengidap sakit gastroesophageal reflux disease atau dikenal juga dengan istilah GERD harus lebih berhati-hati, khususnya dalam pandemi Covid-19. Pasalnya, GERD dan Covid-19 dapat saling terkait.
Sebelumnya, banyak para ahli memberikan pendapatnya mengenai GERD dan Covid-19. Seperti juga yang diungkapkan dokter umum Tirta Mandira Hudhi, yang mengatakan GERD masuk sebagai golongan komorbid Covid-19.
Pasalnya, menurut Tirta, penyakit ini bisa kambuh saat pasien Covid-19 memasuki gejala anosmia.
Anosmia atau hilangnya kemampuan perasa dan penciuman, membuat pasien Covid-19 sering kali kehilangan nafsu makan. Pola makan juga tidak teratur sehingga GERD kerap kambuh.
“GERD itu komorbid untuk Covid-19 karena orang yang kena Covid-19 itu mengalami anosmia. Otomatis karena dia enggak bisa ngerasain, dia enggak nafsu makan, otomatis GERD kambuh,” beber Tirta dalam sebuah video di Youtube, Kamis 29 Juli 2021.
- Data Riset: Vaksin Menyelamatkan Anda dari Kematian
- Sudah Vaksin Lengkap? Anda Bisa Hidup Gembira, Luhut: Tidak Perlu Takut Omicron!
- Luhut Sebut Orang Anti Vaksin Tanggung Jawab Sendiri Jika Meninggal, Netizen : Giliran Meninggal Karena Vaksin, Apa Anda Bertanggung Jawab ?
- Ungkap Kematian Pasien Corona Meningkat, Luhut: Disebabkan Sejumlah Faktor!
Kendati digolongkan sebagai komorbid, Tirta menyebut orang dengan GERD tetap bisa melakukan vaksinasi Covid-19. GERD bukan jenis penyakit yang berbahaya untuk mendapatkan vaksinasi.
“Kalau vaksin masih boleh, masih bisa,” imbuh Tirta, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis 29 Juli 2021.
Di sisi lain, dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam menyebut GERD bukan golongan komorbid Covid-19. Pasalnya, GERD menurutnya tidak menimbulkan kematian pada pasien Covid-19.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini mengatakan, GERD memang sering kambuh pada pasien Covid-19.
“Pernyataan bahwa pasien GERD banyak yang kambuh, benar saat mengalami Covid-19. Tetapi GERD bukan komorbid untuk menyebabkan kematian,” imbuh Ari.
Ia menjelaskan, komorbid Covid-19 merupakan penyakit yang dihubungkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Misalnya, penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, dan stroke.
Kendati bukan komorbid yang memberatkan, Ari mengingatkan pasien GERD yang terinfeksi Covid-19, tetap makan makanan yang bernutrisi tinggi, mengikuti instruksi dokter, dan meminum obat yang telah dianjurkan.
“Betul, harus tetap makan,” imbaunya.
Makan yang teratur dan bernutrisi tinggi, sebut Ari, merupakan cara untuk mencegah GERD kambuh.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
