Isu Konspirasi Israel di Balik Ledakan Beirut Beredar Luas, Militer Lebanon Tahan 16 Staf Pelabuhan

Terkini.id, Jakarta – Teori-teori konspirasi beredar luas di media sosial setelah ledakan dahsyat terjadi di Beirut, beberapa hari lalu.

Klaim dan narasi palsu “hoaks” tentang penyebab ledakan tersebut menyebar dengan cepat di platform sosial media, seperti Twitter dan WhatsApp.

Salah satu yang heboh di media sosial adalah ledakan tersebut akibat ‘Serangan bom atau rudal’.

Klaim yang tidak berdasar itu menyebar dan viral. Salah satunya adalah menuduh Amerika Serikat, Israel atau Hizbullah sebagai aktor yang meledakan “bom nuklir”. 

Klaim ini dibagikan oleh situs berita partisan dan publik figur.

Menarik untuk Anda:

Teori konspirasi yang dipromosikan oleh kelompok sayap kanan tersebut juga telah dibagikan di platform seperti Facebook, 4chan, Reddit dan aplikasi komunikasi seperti Telegram, menurut penelitian dari Institute for Strategic Dialogue.

Pesan-pesan tersebut memiliki fokus utama pada klaim palsu bahwa ledakan ini akibat dari serangan Israel, baik bom atau serangan rudal pada gudang senjata milik Hizbullah.

Mengutip dari BBC News, Chloe Colliver, dari Institute for Strategic Dialogue, menyampaikan, pihaknya telah mengetahui sumber disinformasi itu, termasuk jaringan online ekstrimis sayap kanan, yang menyebarkan klaim tidak berdasar tentang sifat dan motivasi di balik ledakan itu.

“Ini termasuk teori yang mencoba mengaitkan ledakan itu dengan Israel atau negara bangsa lain.”

Pihak berwenang di Lebanon dan Israel telah menepis tuduhan bahwa Israel memiliki hubungan dengan insiden tersebut.

Tindaklanjut Pasca-ledakan

Setelah ledakan, pihak militer Lebanon masih tengah melakukan penyelidikan. Hingga kini, 16 orang staf pelabuhan Beirut ditahan untuk dimintai keterangan.
Seperti dilansir AFP, Jumat 7 Agustus 2020.

Pihak otoritas Lebanon menyampaikan, penyelidikan terkait ledakan yang menewaskan 130 orang ini masih berlangsung sampai sekarang. Menteri Luar Negeri Lebanon juga memberi waktu 4 hari kepada komite penyelidikan untuk menentukan penyebab ledakan itu.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Militer Fadi Akiki menyatakan 18 staf di pelabuhan Beirut telah dipanggil untuk diinterogasi. Menurutnya 16 staf di antaranya saat ini ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“16 di antaranya masih dalam tahanan menunggu penyelidikan lebih lanjut. Mereka termasuk petugas pelabuhan dan bea cukai serta petugas maintenance dan manajer mereka,” ucap Akiki.

Akiki juga menyampaikan bank sentral telah memerintahkan pembekuan aset untuk tujuh pejabat pelabuhan dan bea cukai, termasuk Badri Daher, direktur jenderal otoritas bea cukai Lebanon.

Hingga kini, ledakan besar di Lebanon ini telah menewaskan 130 orang dan melukai kurang lebih 5 ribu orang.

Sebelumnya diberitakan sebuah ledakan besar mengguncang Beirut, Lebanon. Ledakan menggetarkan gedung-gedung, menghancurkan jendela-jendela, dan menimbulkan kepulan asap besar ke langit.

Ledakan besar itu terasa hingga ke Siprus. Jarak Lebanon ke Siprus cukup jauh hingga ratusan mil.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Terungkap, Filosofi dari Desain Helm Pebalap Binaan Astra Honda

Panel Rangkaian SEAAFSID STIM LPI dan SEAAM, Bersama Pakar Halal Empat Negara

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar