Jadi Tuan Rumah Jambore IPeKB, Kepala BKKBN RI Apresiasi Pemkab Bantaeng

Jambore IPeKB
Jambore IPeKB

Terkini.id, Jeneponto – Kabupaten Bantaeng mencatat sejarah baru tingkat nasional. Daerah berjuluk Butta Toa ini menjadi daerah pertama pelaksanaan Jambore IPeKB di Indonesia.

Jambore ini juga sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Indoesia (MURI) penyuluhan KB terbesar di Indonesia secara serentak, dengan peserta terbanyak, yakni 1.048 penyuluh dan 10.480 peserta di 8 kecamatan 64 desa/kelurahan.

Rekor ini resmi tercatat di MURI dengan urutan rekor ke-9217. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB).

Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo memberikan apresiasi terhadapPpemerintah Kabupaten Bantaeng yang memberi dukungan terhadap kegiatan itu.

“Gerak jambore ini akan menjadi catatan sejarah bangsa bahwa Jambore dan gerak penyuluhan nasional dimulai dari Kabupaten Bantaeng. Ini yang pertama kalinya di Indonesia, tentu Bantaeng akan terus kami ingat sebagai daerah yang pertama kali melaksanakan kegiatan ini,” jelas dr Hasto Wardoyo.

Hasto Wardoyo juga menghaturkan terima kasih terhadap seluruh penyuluh KB yang hadir pada kegiatan tersebut.

“Ke depan penyuluh KB akan mendapatkan banyak tugas dari pemerintah. Salah satunya adalah menyusun grand desain pembangunan kependudukan, ini amanat dari Bappenas, untuk membuat Indeks Pembangunan Keluarga, yang akan menjadi satu-satunya di Indonesia,” ujarnya.

Dia mengaku, program itu akan diluncurkan sekaligus dilaksanakan tahun 2020.

“Ini tentu dapat kita lakukan bersama-sama saling bahu-membahu antara pusat, provinsi dan kabupaten,” ungkapnya.

Sebelum membuka Jambore IPeKB, Gubernur Sulawesi Selatan, H M Nurdin Abdullah menyampaikan, yang terpenting dari kegiatan ini adalah bukan tentang berapa jumlah anak yang harus dimiliki. Tetapi, lebih kepada bagaimana melahirkan anak-anak yang lebih berkualitas dengan gizi yang lebih baik.

“Saya harap anak-anak kita, generasi baru ini akan menjadi generasi yang kuat, yang unggul dan menjadi agen perubahan. Satu yang harus menjadi perhatian juga yakni tantangan kita ke depan adalah menurunkan angka stunting pada anak. Maka dari itu orang tua harus betul-betul memperhatikan kebutuhan gizi anak khususnya pada usia seribu hari pertama,” harap Nurdin Abdullah.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin memberikan apresiasi terhadap seluruh peserta jambore. Dia menyebut, sebuah kehormatan menjadikan Bantaeng sebagai salah satu daerah tujuan untuk kegiatan yang berskala nasional seperti ini.

“Merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bantaeng, atas penunjukan Kabupaten Bantaeng sebagai tempat berkumpulnya para pejuang lini depan Keluarga Berencana dalam acara yang begitu meriah ini, yaitu Jambore IPeKB,” pungkasnya.

Sebagai bentuk rasa terima kasih, Ilham Azikin mengatakan, Pemkab Bantaeng akan menggratiskan semua tempat wisata kepada semua peserta jambore yang datang ke Bantaeng.

“Kepada semua peserta Jambore, silahkan berwisata di Bantaeng. Semua tempat ini akan kami gratiskan untuk peserta jambore,” jelas dia.

Turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Rini Riantika Djohari, Ketua TP PKK Bantaeng, Hj. Sri Dewi Yanti, Ketua GOW Bantaeng, Hj. Rahma Arsyad, Ketua DPP IPeKB Indonesia, para Kepala Perangkat Daerah Pengendalian Kependudukan dan KB Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, para Kepala SKPD, Camat/Lurah lingkup Pemerintah Bantaeng.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bantaeng

Bantaeng Raih Dua Penghargaan dari OJK

Terkini.id, Bantaeng - Pemerintah Kabupaten Bantaeng meraih dua penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu, 26 Oktober 2019. Penghargaan itu diserahkan pada acara Expo Literasi