Jadikan Masjid Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Islam

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Gowa-Bakal calon walikota Makassar, Abdul Rachmat Noer (ARN) menghimbau para da’i untuk menjadikan masjid sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia. Menurut ARN, untuk mengembalikan kekuatan ekonomi Islam maka pilihannya hanya satu, jadikan mesjid sebagai pusat pengembangan ekonomi Islam. “Semuanya dimulai dan berpusat dari masjid,” tutur Abdul Rachmat Noer.

Hal tersebut disampaikan Rachmat pada acara Refreshing Da’i & Pelatihan Muballigh Muhammadiyah Rayon 1 Makassar, Gowa, Takalar yang dilaksanakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, di Pusdiklat Universitas Muhammadiyah Makassar, Bollangi Kabupaten Gowa, Sabtu, 18 Januari 2020.

“Salah satu fungsi dan peran masjid pada masa Rasulullah SAW adalah sebagai pusat pemberdayaan ekonomi Ummat melalui Baitul Mal. Untuk saat ini, konsep Baitul Mal masih sangat relevan utk membangun kekuatan ekonomi Ummat Islam,” ujar Rachmat yg juga Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel.

Sayangnya, masih banyak pengurus masjid yang tidak menguasai manajemen Baitul Mal. “Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan Baitul Mal di masjid tidak berjalan baik bahkan banyak yang mati,” jelas Rachmat.

Karena itu melalui kesempatan ini saya menghimbau kepada para seluruh da’i dan mubaligh agar memberikan banyak pencerahan kepada pengurus masjid untuk menghidupkan Baitul Mal sebagai lembaga keuangan mikro yang bertujuan untuk pemberdayaan ummat.

Menarik untuk Anda:

“Banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan Ummat jika manajemen Baitul Mal berjalan baik. Salah satu adalah mengentaskan kemiskinan dan menjadi sumber pembiayaan usaha Ummat Islam,” ungkap Rachmat.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Keseruan dan kelucuan Rapat Perdana Divisi Arabic School Rumah Produktif Indonesia

Sat Lantas Polres Gowa Saat Ops Patuh 2020 Mengedepankan 3S

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar