Terkini.id, Jakarta – Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Sunarmi, bersama rekannya Profesor Tan Kamelo melaporkan maskapai Lion Air ke Polresta Banda Aceh lantaran ditinggal pesawat yang berangkat tidak sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket mereka.
Profesor Tan Kamelo menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Awalnya, kata Tan, ia ingin berangkat menuju Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, dengan jadwal keberangkatan pukul 13.30 WIB dengan boarding pukul 13.00 WIB.
Ketika itu, Profesor Tan dan Prof Sunarmi telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda tepat pukul 12.50 WIB. Proses boarding dilakukan Sunarmi di bandara. Namun proses boarding itu ditolak, dengan alasan pesawat yang ingin mereka tumpangi sudah berangkat pukul 12.00 WIB.
“Kami masuk ke loket. Di dalam kami mendapat penjelasan pesawat sudah berangkat pukul 12.00 WIB, padahal jadwal keberangkatan di tiket pukul 13.30 WIB. Yang ditinggal bukan hanya kami, tapi ada 20 penumpang lainnya ikut ditinggalkan pesawat,” kata Tan, seperti dilansir dari Viva, Kamis, 28 September 2019.
Tak terima dengan kejadian tersebut, Tan dan Sunarmi akhirnya melaporkan maskapai Lion Air ke pihak berwajib atas dugaan penipuan.
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- Sentil Lion Air, Akun Lelahmiskinproject: Pas Naik Dijagain Malaikat Maut
- Soal Temuan Baru ACT, Ruhut Sitompul: Uang Donasi Dinikmati Berfoya Untuk 212 dan Parpol!
- Soal ACT Diduga Selewengkan Dana Korban Lion Air, Chusnul Chotimah: Jahat, Hati Nuraninya Kemana!
- Celoteh Receh, Petinggi ACT Diduga Selewengkan Dana Korban Kecelakaan Lion Air Buat Pribadi: Biadab
Sementara itu, pihak maskapai Lion Air mengaku sudah memberitahu para penumpang terkait perubahan jadwal penerbangan.
“Iya ada perubahan jadwal keberangkatan. Namun telah kami informasikan via broadcast ke nomor telepon yang tertera di sistem reservasi,” kata Area Manager Lion Air Sumatera bagian Utara (Sumbagut), Juli Aspita, seperti dilansir dari Detik, Kamis, 28 November 2019.
Informasi perubahan jadwal, kata Juli, disampaikan ke nomor telepon yang didaftarkan saat reservasi tiket. Pemberitahuan dilakukan lewat pesan siaran (broadcast) dan pesan tersebut terkirim.
“Perubahan jadwal dikarenakan alasan operasional kami. Kami masih berupaya untuk mediasi,” terangnya.
Juli mengatakan bahwa pesawat diberangkatkan lebih cepat oleh pihaknya karena alasan operasional. Kendati demikian, Lion Air akan melakukan mediasi dengan Profesor Tan dan Prof Sunarmi.
“Kami masih berupaya untuk bermediasi,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.