Masuk

Soal Temuan Baru ACT, Ruhut Sitompul: Uang Donasi Dinikmati Berfoya Untuk 212 dan Parpol!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Terkait kasus penyelewengan donasi oleh yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang telah menemukan temuan baru, kini Polri menuai sorotan Ruhut Sitompul.

Hal tersebut terlihat saat Ruhut Sitompul menggunggah informasi berita ‘Polisi: ACT Selewengkan Rp450 Miliar dari Total Donasi Rp2 Triliun’ melalui akun media sosial twitter miliknya.

Dalan unggahannya yang diseratakan cuitan tersebut, Ruhut Sitompul menyebutkan pertanyaan soal membekukan ACT dari awal.

Baca Juga: Sentil Lion Air, Akun Lelahmiskinproject: Pas Naik Dijagain Malaikat Maut

“Kadrun kemana nie, kok belagak bengong hahaha, ga’benar kenapa dari awal bermasalah nggak langsung membekukan ACT?,” tulis @ruhutsitompul/ Minggu, 31 Juli 2022.

Lanjut “Uang Rakyat sich melalui topeng donasi dinikmati dgn berfoyaa utk 212 dan pendukung/parpolnya memalukan dan menjijikkan melihatnya, MERDEKA,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri kembali menemukan fakta baru terkait kasus penyelewengan donasi oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Baca Juga: Ruhut Sitompul: Kok Sewot Dengan Pidato Sambutan Bapak Joko Widodo di Hut Golkar?

Selain diduga menyelewengkan Rp103 miliar donasi Boeing kepada keluarga korban Lion Air JT-610, ACT juga diduga menyelewengkan donasi Rp450 miliar dari Rp2 triliun yang dikelola. Dikutip dari Idntimes.

“Penyidik juga menemukan fakta bahwa yayasan ini mengelola dana umat yang nilainya sebesar kurang lebih Rp2 triliun, atas dana tersebut dari Rp2 triliun, dilakukan pemotongan sebesar Rp450 miliar,” ujar Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

Ramadhan menjelaskan, pada 2015 sampai 2019, ACT menggunakan surat keputusan dari pengawas dan pembina ACT dengan pemotongan berkisar 20-30 persen sebagai dasar yang dipakai oleh yayasan untuk memotong donasi.

Kemudian, pada 2020 sampai sekarang berdasarkan Opini Komite Dewan Syari’ah, Yayasan ACT melakukan pemotongan sebesar 30 persen.

Baca Juga: Ariel Sebut Pemimpin Inggris Berlatar Belakang Agama Berbeda, Ruhut Sitompul: Kadrun Pada Stres!

“Sehingga total donasi yang masuk ke yayasan ACT dari tahun 2005 sampai tahun 2020 sekitar Rp2 triliun, dan dari Rp2 triliun ini donasi yang dipotong senilai Rp450 miliar atau sekitar 25 persen dari seluruh total yang dikumpulkan,” ujar Ramadhan.

Ramadhan mengatakan, dana yang diselewengkan itu diklaim untuk dana operasional Yayasan ACT. Adapun asal donasi Rp2 triliun itu didapat dari dana sosial.

“Jadi dana yang direkrut dana kemanusiaan, sumbangan-sumbangan dari orang luar ke pihak yayasan,” kata Ramadhan.