Terkini.id, Makassar – Pengamat Pemerintahan Unhas, Deddy Tikson menyoroti banyaknya program Pemerintah Kota Makassar yang tak berjalan dengan maksimal. Menurutnya konsep tata kelola pemerintahan tak jelas.
Salah satunya, pengadaan kontainer recover dan lorong wisata. Menurutnya, kontainer recover belum memiliki draft yang jelas. Terlebih, kata dia, saat ini kasus Covid-19 sudah menurun.
“Kalau untuk pelayanan Covid-19, itukan sudah menurun, jadi untuk apa itu, kalau difungsikan, seperti posyandu jaman dulu, jaman orde baru, bisa,” kata Deddy Rabu, 17 Agustus 2022.
Begitu pun dengan program Lorong Wisata. Ia mempertanyakan soal kemanfaatan dari program tersebut terhadap masyarakat.
“Terkait lorong wisata, apa yang diproduksi? tempo hari ada tanaman yang hanya untuk kebutuhan rumah tangga di lorong, seperti tanam cabai dan lain-lain sekarang mau bikin apa. Jadi konsep harus di cek terlebih dahulu,” sebutnya.
Ia mengatakan, minimnya perencanaan dari pemerintah kota membuat program yang ada hanya terkesan seremonial. Sehingga, kata dia, tidak memberikan efek signifikan ke masyarakat.
“Masa negara sudah 77 tahun merdeka masih begitu-begitu saja. Secara nasional, pendapatan per-kapita hanya sekitar empat ribu,” katanya
“Sementara di Korsel pendapatan per kapita sudah US$ 32 ribu. Jauh sekali, padahal sama-sama 77 tahun merdeka dan tidak ada rasa malu sama sekali,” tuturnya.
Menurutnya yang menjadi pembeda adalah dari sisi kebijakan administrasi publik. Ia mengatakan pemerintah harus melahirkan kebijakan yang cerdas.
“Sebenarnya mereka orang-orang yang cerdas, tapi mungkin karena Indonesia ini memiliki masalah yang besar dan cukup berat, kecerdasan yang dimiliki tidak konpetibel dengan masalah yang dihadapi. Jadi bukan tidak cerdas, tapi kecerdasannya tidak kompetibel dengan masalah yang dihadapi,” ucapnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pihaknya telah mengaktifkan kembali Makassar Recover.
“Tracing kita aktifkan kembali. Hari ini saya sudah men-tracing karena sudah ada beberapa klaster keluarga. Tapi masih dalam pengendalian karena misalnya hari ini 18 (kasus), tapi 17 sembuh. Jadi kesembuhannya juga cepat. Dulu cepatnya naik, sembuhnya lambat. Ini sekarang sembuhnya cepat,” sebutnya.
Selain itu, ia mengatakan Kontainer Recover yang sebelumnya beralih fungsi dikembalikan lagi pada pelayanan kesehatan.
“Karena ini pandemi belum dinyatakan selesai dan tidak akan pernah selesai. Walaupun rendah tetap kita hati-hati. Kembali lagi,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
