Sudah Lebih dari 20.000 Kematian di Spanyol Akibat Virus Corona

Terkini.id, Madrid – Spanyol menjadi negara ketiga yang paling parah dihantam pandemi Corona setelah Amerika Serikat dan Italia.

 

Korban jiwa akibat virus Corona di negeri ini telah mencapai lebih dari 20.000 orang. 

Baca Juga: Varian Omicron Dua Kali Kipat Lebih Menular dari Delta? Ini...

 

Melansir dari dari AFP, Sabtu 18 April 2020, Kementerian Kesehatan Spanyol mengonfirmasi ada 20.043 orang meninggal dunia akibat virus Corona. Virus tersebut menewaskan 565 orang di Spanyol dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: China Beberkan Babak Belur ‘Dihajar’ Banyak Krisis, Indonesia Kena Apesnya?

 

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan jumlah kasus positif di negara tersebut meningkat menjadi 191.726 kasus. Namun peningkatan infeksi dilaporkan melambat, sementara 75.000 orang telah dinyatakan sembuh.

 

Baca Juga: China Beberkan Babak Belur ‘Dihajar’ Banyak Krisis, Indonesia Kena Apesnya?

Para pejabat kesehatan mengatakan Spanyol telah melewati puncak wabah COVID-19 yang menewaskan hingga 950 orang pada April 2020 lalu. Namun, jumlah korban, yang hanya mencakup orang yang positif virus Corona, meningkat di sejumlah daerah.

 

Pejabat setempat mengatakan ribuan orang meninggal setelah menunjukkan gejala virus Corona tanpa dites karena alat tes terbatas. Sebagai contoh, Catalonia melaporkan 7.800 kematian, padahal jika merujuk data nasional jumlah kematian di wilayah tersebut ada 3.800 kasus.

 

Kebijakan lockdown juga telah diberlakukan dengan ketat di Spanyol sejak 14 Maret dan diperpanjang hingga 25 April 2020. Kebijakan itu mungkin akan berlangsung lebih lama, meskipun ada beberapa aturan yang meringankan.

 

“Pembatasan harus diperpanjang. Mereka dapat diadaptasi sesuai dengan situasi,” kata pejabat kesehatan Spanyol, Fernando Simon.

Bagikan