Terkini, Jeneponto – Pagi itu, senyum Tanaloe (90), warga Lingkungan Balang, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto tak lagi sembunyi di balik dinding rapuh rumahnya. Rumah kayu yang dulu bocor dan nyaris roboh, kini berdiri lebih kokoh. Ia adalah satu dari sekian warga Jeneponto yang merasakan langsung sentuhan kepedulian sosial selama AKBP Widi Setiawan menjabat sebagai Kapolres Jeneponto.
Kurang lebih satu tahun mengemban amanah di Bumi Turatea, AKBP Widi Setiawan tidak hanya dikenal sebagai pemimpin kepolisian yang tegas dalam menjaga keamanan. Ia juga hadir sebagai sosok yang memberi harapan bagi masyarakat kecil, mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Melalui program bedah rumah tidak layak huni, puluhan rumah warga prasejahtera direnovasi. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar pembangunan fisik. Namun bagi para penerima manfaat, rumah layak huni adalah awal dari rasa aman dan kehidupan yang lebih layak.
Kepedulian itu tak berhenti di sana. Di halaman-halaman sekolah, keceriaan terpancar dari wajah ribuan siswa saat menerima seragam dan tas sekolah. Bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di pelosok desa, bantuan tersebut bukan sekadar perlengkapan belajar, tetapi juga penyemangat untuk terus melangkah meraih cita-cita.
“Anak-anak adalah masa depan daerah ini. Jangan sampai mereka kehilangan semangat hanya karena keterbatasan,” ujar AKBP Widi Setiawan kepada Terkini, Rabu, 7 Januari 2026.

- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
Langkah-langkah sosial tersebut lahir dari keyakinan bahwa keamanan sejati tidak hanya dibangun melalui patroli dan penegakan hukum, tetapi juga lewat empati dan kedekatan dengan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, menyapa warga, dan mendengar keluh kesah mereka, AKBP Widi Setiawan menanamkan kepercayaan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.

Kini, masa tugasnya di Jeneponto bakal berakhir. Namun jejak kepedulian itu masih tertinggal pada pemilik rumah-rumah yang kini lebih layak dihuni, pada anak-anak yang berangkat sekolah dengan seragam baru, dan pada kenangan warga tentang seorang Kapolres yang hadir dengan hati.
Bagi masyarakat Jeneponto, nama AKBP Widi Setiawan akan selalu dikenang bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sosok yang pernah mengetuk pintu rumah-rumah sederhana dan menyalakan harapan di dalamnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
