Jelang Ramadhan, Dinas Perdagangan Makassar Intens Awasi Peredaran Miras

Dinas Perdagangan Makassar
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Makassar, Ikhsan NS

Terkini.id, Makassar – Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Makassar, Ikhsan NS, mengaku intens melakukan pengawasan ihwal peredaran minuman keras.

Ikhsan mengatakan menjelang Ramadhan pemerintah akan melakukan operasi di beberapa daerah.

Kendati demikian, ia urung menjelaskan kapan dan di mana pelaksanaan operasi dengan alasan hal tersebut sementara tahap pembahasan. Namun, ia menyebut telah bekerja sama dengan SKPD pemerintah Kota Makassar.

“Seperti Satpol PP, Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu, dan instansi kepolisian,” kata Ikhsan di Hotel Celebes Indah, Makassar, Kamis, 25 April 2019.

Terkait masalah tempat-tempat usaha, dia menyebut sudah mengimbau para pelaku usaha yang sudah memiliki izin menjual Miras agar lebih selektif dalam melakukan penjualan.

“Misalnya rumah bernyanyi, mereka menjual alkohol dengan kadar maksimal 5 persen dan tidak dipajang ditempat umum. Nanti, ada yang pesan baru dikeluarkan, itu pun harus selektif, harus melihat kalau itu pelajar, tak boleh, minimal berusia 21 tahun,” terangnya.

Zonasi tempat penjualan Miras

Selain itu, Ikhsan juga memaparkan masalah zonasi tempat penjualan Miras yang harus sesuai aturan yang berlaku. Minimal, kata dia, 200 meter dari tempat ibadah dan fasilitas sosial, dan sekolah-sekolah.

“Saya kira kita sudah laksanakan semua itu dengan merekomendasikan agar tempat usaha yang dibawa 200 meter izinnya tidak diperpanjang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ikhsan meminta kerja sama dari masyarakat bila menemukan tempat yang tak berizin supaya melaporkan kepada pemerintah.

“Kami akan segera berkordinasi dengan SKPD terkait bahkan jika perlu kita akan menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan tindakan,” kata dia.

Kendati begitu, ia menerangkan tetap memberikan teguran terlebih dahulu karena Dinas Perdagangan fungsinya melakukan pengendalian, pengawasan, dan pembinaan.

“Kita lebih mengedepankan pembinaan karena juga harus menjaga iklim investasi,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini