Jenazah Pramugari Tiba di Biddokkes Polda Jalani Proses Identifikasi

Jenazah Pramugari Tiba di Biddokkes Polda Jalani Proses Identifikasi

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Sementara itu, Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri Brigjen Pol dr. Nyoman Eddy Purnama mengatakan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data guna mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Secara standar, kami menggunakan prosedur yang baku. Karena ada perbandingan dengan kejadian lain, kami menggunakan yang namanya standar DVI, yaitu standar internasional,” kata dr. Nyoman Eddy Purnama di Gedung Biddokes Polda Sulawesi Selatan.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa lokasi kejadian berada di medan yang sangat ekstrem, berupa tebing curam dengan perkiraan posisi korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak sehingga menuntut kehati-hatian dan teknik evakuasi khusus.

Jenazah Pramugari Tiba di Biddokkes Polda Jalani Proses Identifikasi
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat memberikan keterangan kepada awak media di Makassar, Senin 19 Januari 2026/ epl

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.

Basarnas sendiri memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun, upaya tersebut belum dapat dilaksanakan karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga

“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkap Syafii.

Diketahui sebelumnya Pesawat Indonesia Air Transport PK-THT ATR 42-500 hilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026. Pesawat tersebut tujuan Jogyakarta menuju Makassar jatuh di atas pegunungan Bulusaraung Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data manifest penumpang pesawat milik maskapai Indonsesia Air Transport ruta Jogyakarta-Makassar tersebut tercatat tiga orang penumpang masing-masing Deden, Ferry dan Yoga.

Sementara delapan orang crew termasuk pilot pesawat masing-masing CAPT. Andy Dahananto, Co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono. Kemudian ada dua orang Pramugari masing-masing, Florentea Lolita dan Esther Aprilita S.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.