Jika SBY Daftarkan Partai Demokrat sebagai HAKI, Dia Bukan Lagi Tokoh Demokrasi

Terkini.id, Jakarta – Mantan Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ikut menyoroti langkah Susilo Bambang Yudhoyono yang dikabarkan mendaftarkan Partai Demokrat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (KI).

Seperti diketahui, SBY sebelumnya dikabarkan mendaftarkan Partai Demokrat sebagai merek untuk mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Saya tidak percaya sama sekali Pak SBY akan melakukan hal seperti itu,” ucap Ferdinand dikutip dari jpnndotcom, Sabtu 10 April 2021.

Baca Juga: Jokowi Dituding Perintahkan Penonaktifan Novel Baswedan dkk, Ferdinand: Ini Hanya...

Ferdinand yang saat ini aktif sebagai Influencer media sosial tersebut meyakini SBY sebagai ketua majelis tinggi di partai berlogo bintang segitiga merah putih itu paham apa yang patut didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual (HAKI) dan mana yang tidak.

“Kecuali Pak SBY diracuni oleh masukan-masukan yang tidak benar dari sekelilingnya,” ucap mantan kepala departemen energi DPP PD tersebut.

Baca Juga: Gatot-Rizal Disebut Pasangan Kuat, Ferdinand: Mungkin Menang Kalau Lawannya HNW-Mardani

Namun, Ferdinand sangat menyayangkan bila hal itu memang dilakukan SBY. Sebab, parpol harus terbuka, menjadi milik publik, dan bisa diakses semua pihak.

“Meskipun didirikan oleh secara keluarga, contoh ini, tetap partai politik itu harus menjadi parpol yang terbuka,” ujar Ferdinand.

Menurut dia, parpol tidak bisa diklaim menjadi hak kelompok pribadi bahkan oleh pendiri sekalipun. Ferdinand pun meyakini SBY memahami hal semacam itu.

Baca Juga: Soal Nasib 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Ferdinand: Jadikan...

“Makanya saya tidak yakin Pak SBY, pribadinya melakukan hal itu kecuali diracuni oleh masukan-masukan yang membuat beliau sesat memahami demokrasi,” kata Ferdinand.

Sebaliknya, bila pendaftaran merek PD itu memang benar didaftarkan ke Ditjen KI Kemenkumham, Ferdinand menyesalkan langkah tersebu.

“Kalau benar, sangat disayangkan Pak SBY ternyata bukan lagi tokoh demokrasi. Tokoh demokrasi pasti akan membiarkan segala yang terkait dengan partai itu menjadi terbuka dan bisa diakses oleh publik,” kata Ferdinand Hutahaean.

Jika merujuk pada informasi di laman resmi Ditjen KI Kemenkumham, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, MA dengan alamat Puri Cikeas Indah No.2 RT.001, RW.002 Kec. Gunung Putri, Kel. Nagrak, tercatat sebagai nama pemohon yang mendaftarkan Partai Demokrat sebagai nama merek.

Berkas permohonan itu telah dilayangkan SBY ke Kemenkumham pada 18 Maret 2021 dan dokumen tersebut diterima oleh pihak kementerian pada tanggal yang sama.

Permohonan itu terdaftar dengan nomor IPT2021039318, sementara untuk berkas pengumumannya BRM2115A.

Informasi di laman yang sama menunjukkan permohonan tersebut masuk dalam kode 45, yang merujuk pada organisasi pertemuan politik.

Bagikan