Salah satu amalan Nabi adalah beri’tikaf di masjid. I’tikaf merupakan ibadah mulia ditunaikan di bulan Ramadan ini. Berdiam diri di masjid untuk meraih ridha Allah Swt.
I’tikaf, mendapatkan pahala berlipat ganda melalui zikir untuk mendapatkan ketenangan jiwa. Berzikir mengingat Allah, menyebut namanya, beristigfar, memohon ampun atas berbagai kekhilafan.
Wabah covid-19 tidak memungkinkan i’tikaf di masjid, sementara i’tikaf itu dilakukan Nabi di masjid. Maka pilihannya adalah meluangkan waktu dan menetapkan tempat di rumah untuk berzikir dan bertaubat mendekatkan diri pada Allah Swt untuk meraih ketenagan hati.
Tujuan penting lainnya, i’tikaf untuk menanti hadirnya malam lailatul qadar. Kemuliaan lailatul qadar melebihi seribu bulan. Karenanya siapa yang beribadah saat itu, niscaya menggapai derajat kemuliaan melampaui seribu bulan.
Rasulullah Saw memilih sepuluh akhir Ramadan lebih bersungguh-sungguh beribadah hingga menyingsingkan lengan bajunya, beliau lebih optimal dibandingkan malam-malam sebelumnya.
Sekiranya umat Islam sepenuhnya memahami dengan pemaknaan yang benar ihwal keutamaan beribadah kala lailatul qadar tiba, tentunya seluruh waktunya digunakan untuk mendapatkan pahala yang dilipatgandakan tersebut, juga dijanjikan diampuni dosa-dosanya, terdahulu, kini, dan yang akan datang.
Salah satu bentuk kegiatan Rasulullah Saw dalam menyongsong kehadiran lailatul qadar berupa i’tikaf, berdiam diri di masjid dengan berzikir dan shalat sunnat serta tadarus al-Qur’an. Kemudian beliau juga mengajarkan doa kepada para sahabat-sahabatnya untuk dibaca menyambut lailatul qadar.
Diantara doanya, “Ya Allah, Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau senantiasa memaafkan salah dan khilaf hamba lagi pemaaf, oleh itu maafkanlah salah dan khilafku”.
Amalan yang lebih utama dilakukan berupa beribadah serta bertaubat. Dalam hal ini taubat nasuha, pengakuan terhadap segala kesalahan yang telah diperbuat serta memohon kepada Allah Swt agar amalan ibadah senatiasa diterima dengan limpahan pahala sebagai investasi akhirat.
Adapun tanda-tanda datangnya lailatul qadar doantaranya; seseorang akan melihat cahaya yang terpancar di segala penjuru. Selain itu, mendengarkan bisikan dari malaikat.
Kemudian menyaksikan segala sesuatu di alam ini termasuk segala benda dan pepohonan bersujud. Maka saat itulah doa akan terkabulkan.
Sungguh suatu keutamaan dan kebahagiaan tak terkira bagi seorang hamba yang berhasil menggapainya karena akan mendapatkan pahala melimpah, doa makbul, serta dosa-dosanya terampuni.
Setidaknya kita memaksimalkan amaliah Ramadan dengan berikaf di rumah karena belum memungkinkan di masjid, untuk merasakan kenikmatan ibadah dan meraih ketenangan hati. Kondisi sekarang melahirkan kegalauan di hati, kekhawatiran berlebih.
Maka perlu diimbangi dengan zikir agar menjadi imun yang meyakinkan diri bersandar pada kekuasaan-Nya, segala sesuatunya tergantung pada kehendak-Nya, bertawakkal. Suasana kebatinan ini, hati menjadi tenang dengan zikrullah. Berzikir mendatangkan jiwa yang tenang.
Firdaus Muhammad
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
