Masuk

JK Sebut Bertanya Saja Sudah Diserang, Ferdinand Hutahaean Bela Buzzer

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi banyak kritikan yang masuk atas pertanyaannya tentang bagaimana mengkritik pemerintah tanpa dilaporkan ke polisi. Ia menyebut bahwa jika bertanya saja sudah diserang buzzer maka bagaimana orang mau memberi kritikan.

“Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkritik?” kata JK di kediaman pribadinya, kawasan Jakarta Selatan pada Senin, 15 Februari 2021.

JK menjelaskan bahwa dalam pemerintahan yang demokratis memang penting adanya kritik sehingga terbentuk keseimbangan.

Baca Juga: Ungkap isi Pembicaraan Mega-SBY di Momen KTT G20, ini Kata Puan Maharani

Adapun pernyataan yang ia sampaikan beberapa waktu lalu murni hanya berupa pertanyaan, namun justru ditanggapi berbeda oleh para buzzer.

“Apabila pemerintahan ingin berjalan secara demokratis, maka penting ada check and balancing. Dan apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi. Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda-beda terutama buzzer-buzzer ini kan?” ujar JK.

JK juga menyampaikan bahwa pemberian kritik itu sejalan dengan permintaan presiden Jokowi, maka yang sebenarnya bertentangan dengan pemerintah adalah para buzzer yang menyerangnya.

Baca Juga: Hadiri Malam Puncak HUT KKSS ke-46, Jusuf Kalla: Adakan Pelatihan Rill

 “Sekarang presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu, dan itu bagus sekali. Tetapi caranya harus dijelaskan supaya baik untuk pemerintah dan baik untuk masyarakat. Jadi apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah, dari situ bisa lihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut itu, artinya mereka anti kritik dan bertentangan dengan Jokowi, para buzzer-buzzer itu,” tegas JK.

Sementara itu, Ferdinand Hutahaean, mantan politisi Partai Demokrat yang kini mendukung Jokowi justru membela bahwa para buzzer itu tidak menyerang JK.

Justru, menurut Ferdinand Hutahaean, para buzzer tersebut memberi argumen atas pertanyaan JK yang dinilai kontradiktif dan tidak sesuai realita.

“Buzzer bukan nyerang, tapi memberi argumen atas pertanyaan bapak yang dinilai tak sesuai realita dan kontradiktif,” tulis Ferdinand Hutahaean melalui akun twitternya, @Ferdinand Hutahaean pada Senin, 15 Feberuari 2021.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Hadiri HUT Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di Jakarta

Dalam cuitannya yang lain, Ferdinand Hutahaean juga mengomentari bahwa wajar saja pertanyaan JK mendapat serangan sebab ruang politik memang demikian.

“Ini politik pak, jadi serangan politik bapak pasti direspon dengan serangan balik politik juga,” tulis Ferdinan Hutahaean pada Selasa, 16 Februari 2021.