Terkini.id, Jakarta – Eks politisi Partai Demokrat bernama Ferdinand Hutahaean menanggapi aksi yang dilakukan oleh BEM SI yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung merah putih KPK, Senin, 27 September 2021.
Melansir Tempo, ratusan mahasiswa tersebut tiba di kawasan Kuningan sekitar pukul 11.00 WIB. Kepolisian yang menurunkan 1.200 personel sudah menyekat jalan ke Gedung KPK dari dua sisi.
BEM SI menggelar demo dengan tujuan menuntut pembatalan pemecatan 57 pegawai KPK. Sebelumnya, mereka menyurati Presiden Joko Widodo.
Dalam suratnya mereka meminta agar Presiden Jokowi agar mengambil sikap mengenai polemik tes wawasan kebangsaan (TWK).
Pada awalnya, mereka juga meminta agar Jokowi melantik 57 pegawai yang tak lolos TWK.
BEM SI menganggap para pegawai itu telah disingkirkan dengan dalih TWK. BEM SI kemudian memberikan waktu 3×24 jam agar Jokowi mengambil sikap itu.
Atas kejadian tersebut, Ferdinand kemudian angkat suara. Ia mengatakan bahwa mahasiswa yang berdemo itu tidak paham dengan apa yang mereka suarakan.
Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitternya yang dikutip terkini.id.
Menurut Ferdinand, mahasiswa tersebut hanya paham berteriak untuk membela nama Novel Baswedan, dkk.
“Yang demo cuma sekumpulan bocah cilik yg sesungguhnya dia tak paham apa yg dia suarakan. Baginya hanya paham bahwa dia hrs teriak bela Novel dkk, selain itu dia tak paham,” ucap Ferdinand.
“Pertanyaannya, siapa mrk yg demo bawa2 nama BEM SI itu? Bocah cilik sekaum dgn kaum berjenggot kah?” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
