Terkini.id, Washington – Joe Biden disebut ingin Amerika berhenti jadi polisi dunia usai gagal di Afghanistan. Para pakar politik dunia menganggap Presiden Joe Biden ingin Amerika Serikat (AS) berhenti menjadi polisi dunia setelah menarik pasukannya dari Afghanistan pada awal pekan ini.
Seorang pengajar di Universitas Hukum Marquette, Charles Franklin melihat gelagat ini setelah melihat Joe Biden menyampaikan pidato terkait penarikan pasukan itu. Dalam pidato, ia mengatakan ‘Amerika telah kembali’.
Joe Biden menegaskan, pemerintahannya bertekad mengakhiri kehadiran Amerika Serikat tidak hanya di Afghanistan, tetapi juga negara lain.
“Keputusan tentang Afghanistan ini bukan hanya tentang Afghanistan,” beber pemimpin Negeri Paman Sam itu, seperti dilansir dari AFP via CNN, Sabtu 4 September 2021.
Menurut Joe Biden, hak asasi manusia (HAM) akan menjadi pusat kebijakan luar negeri pihaknya. Akan tetapi, imbuhnya, cara untuk melakukannya bukanlah melalui pengerahan militer tanpa akhir.
- Anak Pertama Arie Untung Sekolah di Kanada, Netizen: Masih Butuh Ilmunya Kafir Ya, Kenapa Gak di Afghanistan Atau Yaman?
- Afghanistan Krisis Kemanusiaan, Yusuf: Indonesia Bisa Begini kalau 'Bapak Politik Identitas' Berkuasa
- Soal Krisis Kemanusiaan di Afghanistan, Yusuf Muhammad: Indonesia Bisa Begini Kalau 'Bapak Politik Identitas' Dibiarkan Berkuasa
- Afghanistan Diguncang Gempa Berskala 6,1 Magnitudo, Korban Tewas Terus Bertambah
- Ancam Pihak Anti Pancasila, Said Aqil Siradj: Tinggal di Afghanistan Saja!
“Strategi kami harus berubah,” tegasnya.
Charles Franklin sendiri menganggap arah kebijakan Joe Biden untuk berhenti menjadikan AS sebagai ‘polisi dunia’ ini sebenarnya mirip dengan Doland Trump yang memang ingin fokus ke dalam negeri.
“Ketika Joe Biden mengumumkan ini saatnya untuk mengakhiri perang selamanya, itu bisa dengan mudah dikatakan seperti Donald Trump,” beber Franklin.
Ia selanjutnya berkata, “Saat ini publik memang tidak lagi memiliki minat untuk peran internasional yang besar, tentu saja tidak seperti yang dimainkan AS pada 1950-1990-an.”
Kendati demikian, para pakar melihat perbedaan mendasar antara fokus Joe Biden dan Donald Trump. Sementara, Donald Trump bagai ingin ‘mengisolasi’ Amerika, Joe Biden malah tetap ingin bersekutu dengan negara-negara lain.
Namun, Tricia Bacon, pakar kontra-terorisme di departemen hukum Universitas Amerika, menilai reputasi AS akan tercoreng di mata sekutu, terutama lantaran kekacauan proses evakuasi dari Afghanistan.
“Wajar jika penarikan pasukan AS dari Afghanistan membuat sekutu menjadi frustrasi karena koordinasi antara Joe Biden dengan sekutu berjalan kurang baik,” imbuh Tricia Bacon.
Sementara itu, direktur penelitian dari Pusat Arab di Washington, Imad Harb mengatakan sekutu-sekutu AS di Arab juga kemungkinan akan mempertanyakan kredibilitas AS.
“Rezim Arab yang terbiasa dengan hubungan dekat dengan Amerika Serikat harus khawatir dengan apa yang terjadi di Afghanistan,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
