Jadi sekalipun dalam hal itu, KPU saat itu menurut Ray, bersikukuh belum mau menandatangani, tapi Pak Habibie langsung tanda tangan dan pemilu jadi sah.
Terkait hal itu, Ray mengatakan saat ini bisa saja akan terjadi hal seperti itu. Presiden yang akan menerima laporan dari KPU sebagai hasil pelaksanaan pemilu itu. Dalam kapasitas itu, mau tidak mau presiden betul-betul harus netral, sebab prinsip utama dari pelaksanaan pemilu itu namanya jujur dan adil.
“Jujur itu artinya dilaksanakan secara terbuka ya, semua sesuai dengan ketentuan, macam-macam dan seterusnya itu. Yang dinamakan adil semua peserta difasilitasi secara benar, secara sama, meskipun tentu samanya itu, equal dan seterusnya itu,” katanya.
“Dalam konteks itulah presiden juga harus melakukan hal yang sama bahwa beliau tidak dalam konteks, kalau kita turunkan enggak boleh menyebutkan satu nama, dua nama, sebagai ini, sebagai itu, sebab sebagai kepala negara, beliau sudah memperlihatkan wajah yang tidak adil kepada semua calon peserta, entah itu calon presiden, entah itu partai politik, macam-macam dan seterusnya gitu,” sambungnya.
Dalam konteks kata Ray, itulah mungkin kita bertanya mengapa presiden seringkali meng-endorse satu atau dua nama atau tiga nama terkait dengan calon presiden-calon presiden.
- Resmikan Gedung Ibu dan Anak RS Wahidin Makassar, Presiden Jokowi: Seperti Masuk Hotel Bintang 5
- RS Wahidin Makassar Gelar Operasi Implan Koklea Bantuan dari Presiden RI dan Kemenkes ke Anak Asal Gorontalo
- Setelah Penantian Panjang, Jufri Rahman Akhirnya Jabat Sekprov Sulawesi Selatan
- Dapat Golden Visa dari Jokowi, Shin Tae-yong Ucapkan Kalimat Menyentuh
- Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tinjau Simulasi Drone Tabur Pupuk di Papua Selatan
“Apakah tindakan presiden ini membangun demokrasi? Pada tingkat itu tidak. Kalau ada kecenderungan publik melihat bahwa presiden cenderung kepada nama tertentu, tokoh tertentu, harus diingat,” ucapnya.
“Jangankan pernyataan yang terbuka seperti yang disebutkan oleh Pak Presiden, presiden bergandengan jalan saja pun dalam kapasitasnya masing-masing itu bisa heboh, ya kan misalnya presiden datang ke satu tempat, saya mengatakan begini ini bukan lagi soal strategi ini sudah terlalu vulgar dan terlalu banyak,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![Analis Politik, Ray Rangkuti. [YouTube tvOneNews] presiden joko widodo](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2022/11/terkiniid_screenshot_639.jpg)