“Jadi, bukan hanya soal bahasa yang seolah-olah mendukung ya keseluruhan peserta, tapi ini orang per orang. Dalam kapasitas itulah saya kira baik sebagai kepala negara apalagi ya walaupun sebagai kepala pemerintahan, presiden sudah mengendorse nama-nama tertentu itu, sudah terlalu banyak frekuensinya dan terlalu vulgar bahasanya. Dibuat bersayap-sayap saja, tapi orang udah paham,” tambahnya
Di samping itu, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara RI, Faldo Maldini menerangkan wajar saja jika presiden memberikan dukungan kepada sosok untuk maju menjadi capres 2024. Tapi, dukungan itu belum berarti sebagai pilihan presiden untuk memilih sosok tersebut.

“Inilah Presiden Jokowi betul bahwa memang butuh jaminan apa yang sudah dikerjakan itu, bisa terus berlanjut karena kita kan tidak berbicara soal personal gitu, tapi kita bicara soal bagaimana Indonesia maju gitu,” katanya.
“Kepemimpinan harus ada transisinya dan itu ada juga dipastikan gitu. Justru yang bahaya itu kita diam-diam punya presidensi, nah itu kucing-kucingan. Mending kita buka aja semuanya, semua orang bisa mengecek, semua orang tahu, dan tidak ada yang ditutup-tutupi gitu,” sambungnya.
“Bicara soal hubungan bapak presiden dengan orang-orang yang disampaikan pun kita tahu itu, ada yang punya hubungan panjang, hubungan informal, dan sebagainya gitu,” tambahnya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews dalam acara ‘APA KABAR INDONESIA PAGI’ oleh Terkini.id pada Senin 14 November 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![Analis Politik, Ray Rangkuti. [YouTube tvOneNews] presiden joko widodo](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2022/11/terkiniid_screenshot_639.jpg)