Terkini.id, Jakarta – Terkait big data yang berisi percakapan 110 juta orang di media sosial mendukung penundaan Pemilu 2024 yang diklaim oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tak bisa dibuka.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi. Menanggapi hal itu, anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon mempertanyakan mengapa big datanya tak bisa ditunjukkan ke publik.
“Kenapa data big datanya tak bisa dibuka ke public,” tulis Fadli Zon di twitternya @fadlizon.
Fadli juga meminta agar ada pertanggungjawaban kepada masyarakat dan ingatkan agar tidak menggunakan segala cara untuk melawan konstitusi yang telah ada.
“Harus ada pertanggungjawaban kepada masyarakat atas klaim 110 juta itu. Jangan halalkan segala cara untuk melawan konstitusi,” tambahnya.

- Soal PN Jakpus dan Penundaan Pemilu 2024, Rocky Gerung: Berani Pakde Kecam Putusan Itu?
- Tanggapan SBY Soal Putusan PN Jakpus Tentang Penundaan Pemilu 2024
- Anggota DPR Guspardi Tegaskan Tidak Pernah Ada Pembahasan Penundaan Pemilu di Komisi II
- Pemilu 2024 ditunda? Nurliah: 'Pilkada 2020 Berhasil dilaksanakan di Tengah Pandemi'
- Sebut Kasus Minyak Goreng Danai Penundaan Pemilu, Masinton: Itu Semua Butuh Biaya
Sebelumnya pada Selasa, 15 Maret 2022, Jubir Luhut, menyatakan bahwa big data tersebut merupakan data internal mereka.
“Itu data-data dari berbagai sumber yang terangkum dalam big data yang dikelola secara internal,” kata Jodi sebagaimana dilansir dari Tempoco. Rabu, 16 Maret 2022.
Seperti yang diketahui, dalam sebuah wawancara di media sosial YouTube, Luhut mengklaim memiliki data bahwa wacana penundaan pemilu didukung oleh 110 juta warganet.
Klaim yang sama pernah disuarakan ole Ketua Umum Partai Keadilan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Cak Imin menyatakan dari 100 juta akun di media sosial, sebanyak 60 persen mendukung penundaan pemilu dan 40 persen menolak.
Jodi enggan membeberakan data lengkap dari Klaim Luhut itu.
“Saya enggak punta otoritas untuk itu,” ujar Jodi.
Menurut Jodi, Luhut sebagai bagian dari pemerintah selalu menyerap semua aspirasi publik dengan pengelolaan data-data dari berbagai sumber yang kemudian terangkum dalam big data. Menurutnya, Luhut tak ambil pusing jika kemudian banyak yang mengkritik datanya itu.
“(Beliau) santai aja, kan cuma menyampaikan wacana yang bermunculan,” ujar Jodi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
