Kalau Guru Kontrak Berhenti, Dinas Pendidikan: Makassar Bisa Lost Generasi

Dinas Pendidikan Makassar
Kepala Dinas Pendidikan Abd Rahman Bando

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Pendidikan Abd Rahman Bando menilai guru kontrak di Makassar bisa sewaktu-waktu berhenti atau berpindah pekerjaan karena mendapatkan pekerjaan jauh lebih layak dari yang dia dapatkan sekarang.

Meski, kata Rahman, kontrak guru honorer sudah diperpanjang secara kolektif.

“Karena ini tidak main-main, kita bisa lost generasi kalau guru-guru ini tidak dipenuhi,” kata Rahman di Hotel Santika Makassar, Senin, 18 Maret 2019.

Secara umum, Rahman mengatakan Kota Makassar punya kekurangan guru yang luar biasa banyaknya.

Sampai awal Februari, lanjut Rahman, Makassar kekurangan guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 492 orang dan itu sudah per mata pelajaran, di Sekolah Dasar (SD) sendiri kekurangan guru sebesar 1.459 orang, itu yang berstatus sebagai ASN.

“Maka itu ditutupi dengan memperpanjang SK guru-guru yang kita miliki sekitar 2000 lebih. Inilah yang membantu sehingga masih bisa berjalan proses belajar mengajar dengan normal di Makassar,” ungkapnya.

Rahmat: Kalau saja guru kontrak tidak ada, maka mungkin pendidikan di Makassar sudah lumpuh

Rahmat mengandaikan kalau saja guru kontrak tidak ada, maka mungkin pendidikan di Kota Makassar sudah lumpuh, terutama di SD.

Kendati demikian, lanjutnya, guru kontak tidak bisa menjadi solusi untuk jangka panjang.

“Rekrutmen guru ini kan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, tetapi Pemerintah Daerah punya kewenangan untuk mengajukan usulan besaran formasi. Ini terus kami koordinasikan dengan BKD bagaimana membuka dan memohon kepada Kemenpan agar dibukakan formasi guru yang banyak untuk Makassar,” ujar Rahmat.

Oleh karena itu, Rahman menuturkan, Wali Kota sudah melaporkan langsung permasalahan yang dihadapi Kota Makassar terkait kurangnya tenaga pengajar yang menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Pak menteri sudah tau ini kondisi, pak Wali langsung melaporkan,” ujarnya.

Menyikapi laporan Wali Kota Makassar, Rahman agak pesimis terkait langkah cepat yang akan diambil Menteri PANRB untuk menjawab permasalahan yang dihadapi ribuan guru honorer di Makassar.

“Untuk langsung memenuhi kekurangan 2.000 ribu guru saya kira sulit, pasti akan bertahap. Maka itu yang pertama sekarang PPPK, itu salah satu solusi yaitu guru-guru honor yang sudah berstatus K2, itu yang buka formasi utama dan itu sudah selesai di tes,” pungkas Rahman.

Berita Terkait
Komentar
Terkini