Masuk

Kapolrestabes Makassar Bina Batalyon 120, Polda Sulsel: Pelaku Kriminal Juga Manusia, Berhak Bertaubat

Komentar

Terkini.id, MakassarKapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Budi Haryanto S. Ik, MH, memaparkan bahwa pembentukan Batalyon 120 di Makassar, merupakan wadah pembinaan bagi para pelaku-pelaku kriminalitas jalanan agar bisa menjadi masyarakat yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya kelak.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan. Perlu kita ketahui, sejak saya menjabat, saya mencari para eks pelaku-pelaku yang sudah sadar dan mampu untuk menggaet, merangkul, membimbing, mempengaruhi para pelaku-pelaku lain untuk kembali menjadi pribadi yang bermanfaat nagi masyarakat lainnya,” kata Kombes Pol Budi Haryanto S. Ik, MH lewat keterangan persnya, Rabu 14 September 2022.

“Pembentukan Batalyon 120 adalah wadah pembinaan semacam rehab bagi mereka (pelaku) agar bisa sadar dan tidak mengulangi perbuatan yang sama kelak,” sambungnya.

Baca Juga: Heboh Oknum Polantas Polrestabes Makassar Todongkan Pistol ke Anak Pesantren di Gowa, Begini Kejadiannya

Menurutnya, wadah tersebut dibentuk oleh Forkopimda agar para pelaku dibina dengan baik diberikan pendidikan, dibimbing mental dan spiritualnya.

Wujud terbentuknya suatu kota besar, kata Budi, dipastikan ada faktor-faktor X mempengaruhi, yakni faktor dari sisi tingkat kriminalitas dan faktor kemacetan lalu lintas. Olehnya itu, Forkopimda berupaya agar hal tersebut diminimalisir dengan baik.

“Proses terbentuknya suatu kota, ada faktor-faktor X yakni tingkat kriminalitas dan kemacetan, olehnya itu kami dari Forkopimda berupaya agar dapat meminimalisir hal tersebut dengan baik, di dalam wadah tersebut maka para pelaku-pelaku kriminal dibimbing mental dan spiritualnya ke arah yang lebih positif,” ujar Kombes Budi Haryanto.

Baca Juga: Oknum Polisi Diduga Todongkan Pistol ke Santri Ponpes Imam Az-Zuhri Samata Gowa

Ia menambahkan bahwa wadah Batalyon 120 bukanlah tim pekerja melainkan tempat agar para pelaku-pelaku bisa diperlakukan layaknya manusia lainnya. Kelak mereka akan diberi pekerjaan agar mereka tidak kembali mengulangi perbuatan mereka dan memiliki kehidupan lebih layak.

“Mereka yang ada di dalam B120 itu dibina, terkait penanganan tindakan kriminal mereka tidak dilibatkan. Murni mereka akan dibekali dengan pendidikan baik mental maupun spritual keagamaan agar kelak bisa dipekerjakan supaya tidak melakukan kembali perbuatan mereka dan dapat menjalani kehidupan lebih layak lagi,” jelasnya.

Program seperti ini pernah dilakukan oleh Dirkrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol. Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf S. Ik, ketika menjabat Dir. Narkoba Polda NTB.

Saat itu, Kombes Helmy Kwarta merangkul para pengguna narkoba untuk dibina dan direhab, kemudian bekerja sama untuk membantu menyadarkan para pengguna lain agar tidak bersentuhan lagi sama narkoba.

Baca Juga: Polda Sulsel Imbau Pelaku Usaha Kembalikan Hak Negara Lewat PBBKB BBM Industri

“Program ini bagus, saya pernah buat seperti ini waktu jadi Dir Narkoba Polda NTB. Pengguna narkoba saya rangkul, dibina dan direhab, terus mereka membantu menyadarkan teman-teman mereka untuk tidak bersentuhan lagi dengan narkoba. Dan saya jadi Dir Narkoba paling banyak merehab pengguna, se-Indonesia,” terang Kombes Helmy Kwarta Kusuma.

Lebih lanjut, Helmy berharap agar masyarakat tidak berasumsi dan memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan amanah negara.

Menurut Helmy, para pelaku kriminal juga tidak selamanya jadi pelaku, kelak ada waktu untuk mereka bertaubat dan mereka juga berhak memperbaiki kehidupan mereka sekarang untuk masa depan.

“Kami berharap agar masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja dengan baik, jangan berasumsi agar tidak memperkeruh keadaan supaya kami bisa menjalankan amanah negara, pelaku kriminal juga manusia yang mau bertaubat, mereka juga berhak memiliki masa depan lebih baik lagi karena mereka bingung cara untuk bertaubat serta melanjutkan hidup dengan benar,” tutup Kombes Helmy Kwarta Kusuma Putra Rauf S. Ik.