Dengan hadirnya Yuran, pelatih PSM bisa meracik ulang komposisi tim. Akbar Tanjung berpeluang kembali ke posisi naturalnya sebagai gelandang bertahan.
Selain menambah soliditas lini tengah, perubahan ini diharapkan menghidupkan keseimbangan tim.
Namun, masalah PSM tidak hanya ada di pertahanan. Lini depan masih tumpul. Dalam dua laga awal, peluang emas kerap terbuang karena absennya kreator serangan yang mumpuni.
Tanpa perubahan di sektor ini, PSM tetap kesulitan menutup pertandingan.
Lawan yang Percaya Diri
- Herman Kajang: Jangan Biarkan Nama Kajang Tercoreng oleh Ulah Segelintir Orang
- Tandai 51 Tahun Perjalanan, Sompo Insurance Gelar Festival Seni Budaya dan Kesehatan
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
Semen Padang menyambut laga kandang dengan modal positif. Tim Kabau Sirah baru saja menundukkan Dewa United Banten FC 2-0.
Kemenangan itu mengangkat posisi mereka ke peringkat 11 klasemen, lebih baik dibanding PSM yang masih tercecer di urutan ke-13.
Atmosfer Stadion Haji Agus Salim dipastikan menambah tekanan. Dukungan ribuan suporter Kabau Sirah bisa menjadi tembok yang sulit ditembus oleh PSM.
Ujian di Padang
Bagi PSM, laga Jumat sore bukan sekadar berburu tiga poin. Pertandingan ini adalah ujian karakter: apakah mereka bisa bangkit dengan kembali hadirnya sang kapten, atau justru makin terpuruk di awal musim.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
