Kasus Corona Terbanyak Justru di Kementerian Kesehatan, Tembus 252 Kasus

Terkini.id, Jakarta– Kasus penyebaran Virus Corona atau COVID-19 di kantor pemerintahan justru paling banyak ditemukan di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tercatat, per 7 September lalu, terdapat 139 kasus. Dalam kurun waktu 11 hari, per 18 September, bertambah 113 kasus baru. Sehingga total kasus di Kemenkes ialah 252 kasus. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun Dinkes DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menyebutkan, kebanyakan pegawai Kemenkes yang positif COVID-19 tanpa gejala.

Baca Juga: Gakkum KLHK Kembali Tahan Tersangka Pemilik Kayu dan Pemodal Pengangkutan...

“Sekarang yang masih kami suruh isolasi secara mandiri mungkin enggak sampai 10 orang. Selebihnya sudah sembuh dan sudah bekerja lagi,” katanya Yurianto melalui keterangan tertulisnya yangdiunggah Kemenkes, Senin 21 September 2020.

Yuri pun menduga bahwa pegawai Kemenkes tertular Corona dari luar kantor. Pegawai kantor Kemenkes yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan misalnya, sebagian besar pegawainya diperbantukan di luar kantor. Beberapa di antaranya, di kantor kesehatan pelabuhan, laboratorium, maupun RS Darurat Wisma Atlet. Mereka yang ditugaskan, telah dipastikan tak memiliki komorbid.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

Mereka itu, kata Yuri, yang terpapar Virus Corona. Menurutnya, prosedur standar, sudah dijalankan dengan baik tapi risiko pekerjaan luar biasa. Kantor Kemenkes juga rutin disemprot disinfektan tiga kali dalam sepekan.

“Ini adalah risiko yang kami tanggung. Ini bukan tertular di kantor Kemenkes, di kantor Kementerian orangnya tinggal sedikit karena berada di pos-pos terdepan melaksanakan penanganan COVID-19,” klaimnya.

Pegawai Kemenkes, imbuh Yuri, banyak yang bertempat tinggal di Jabodetabek. Setiap hari berangkat dari rumahnya dengan menggunakan berbagai moda transportasi sehingga risiko penularan bisa terjadi di mana saja.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

Yuri menekankan bahwa sekarang tidak ada lagi disebutkan klaster perkantoran, tetapi klaster Jabodetabek.

“Kontaktracingyang kita lakukan terhadap semua pegawai Kemenkes yang positif COVID-19 itu penularannya tidak terjadi di kantor. Sekarang ini tidak bisa lagi disebutkan klaster kantor, ini sudah klaster Jabodetabek,” tuturnya.

Bagikan