Kontrak SK Di Hadapan Ribuan Pegawai TKKWT, Danny Tandatangani Perpanjagan Kolektif

Di Hadapan Ribuan Pegawai TKKWT, Danny Tandatangani Perpanjagan Kontrak SK KolektifTerkini.id,Makassar - Di hadapan 8.337 pegawai Tenaga Kontrak Kerja Waktu Terbatas (TKKWT), Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan akan memberikan perpanjangan kontrak di sisa masa jabatnnya yang tinggal 2 bulan. Hal itu dibuktikan dengan penandatangan kontrak kerja pegawai secara seksama di hadapan pegawai TKKWT Senin, 4 Maret 2019 di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar.Menurut Danny poin itu penting disampaikan untuk memberi ketenangan kepada pegawai TKKWT. Pasalnya, sebelumnya telah beredar isu penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan menggantikan Pegawai TKKWT. Danny membantah isu tersebut, dia mengatakan bahwa itu tidak benar.“Saat ini menjadi legasi (kewenangan) saya, karena saya yang bertanggung jawab untuk memperpanjang atau tidak, untuk itu mereka harus dipastikan. Setelah saya, mereka tetap harus memberikan pelayanan nomor satu, yang terbaik di Kota Makassar,” ujar Danny di hadapan pegawai TKKWTMantan arsitek itu tidak memungkiri bahwa sebelumnya sudah ada pegawai TKKWT yang sudah diberhentikan. Hal itu berdasarkan dari hasil kinerja yang telah melalui proses evaluasi.“Ada yang saya berhentikan. Kira-kira lebih lima ratus, bahkan hampir seribu tidak kita (Pemerintah Kota) perpanjang, kita evaluasi,” pungkasnyaTerpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Siswanta Attas mengatakan setelah penandatangan SK kolektif dari Wali Kota Makassar berarti proses untuk pencairan dana gaji pegawai TKKWT selama tiga bulan akan segera dicairkan.“Sebentar akan ditandatangani dan itu melalui proses. Untuk sebanyak 8.337 itu tidak bisa sekaligus, dua kali melalui proses tandatangan,” pungkasnyaSiswanta berjanji dalam waktu dekat akan mencairkan gaji pegawai TKWWT, bergantung SKPD masing-masing.

Terkini.id,Makassar Di hadapan 8.337 pegawai Tenaga Kontrak Kerja Waktu Terbatas (TKKWT), Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan akan memberikan perpanjangan kontrak di sisa masa jabatnnya yang tinggal 2 bulan. Hal itu dibuktikan dengan penandatangan kontrak kerja pegawai secara seksama di hadapan pegawai TKKWT Senin, 4 Maret 2019 di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar.

Menurut Danny poin itu penting disampaikan untuk memberi ketenangan kepada pegawai TKKWT. Pasalnya, sebelumnya telah beredar isu penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan menggantikan Pegawai TKKWT. Danny membantah isu tersebut, dia mengatakan bahwa itu tidak benar.

“Saat ini menjadi legasi (kewenangan) saya, karena saya yang bertanggung jawab untuk memperpanjang atau tidak, untuk itu mereka harus dipastikan. Setelah saya, mereka tetap harus memberikan pelayanan nomor satu, yang terbaik di Kota Makassar,” ujar Danny di hadapan pegawai TKKWT

Mantan arsitek itu tidak memungkiri bahwa sebelumnya sudah ada pegawai TKKWT yang sudah diberhentikan. Hal itu berdasarkan dari hasil kinerja yang telah melalui proses evaluasi.

“Ada yang saya berhentikan. Kira-kira lebih lima ratus, bahkan hampir seribu tidak kita (Pemerintah Kota) perpanjang, kita evaluasi,” pungkasnya

Menarik untuk Anda:

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Siswanta Attas mengatakan setelah penandatangan SK kolektif dari Wali Kota Makassar berarti proses untuk pencairan dana gaji pegawai TKKWT selama tiga bulan akan segera dicairkan.

“Sebentar akan ditandatangani dan itu melalui proses. Untuk sebanyak 8.337 itu tidak bisa sekaligus, dua kali melalui proses tandatangan,” pungkasnya

Siswanta berjanji dalam waktu dekat akan mencairkan gaji pegawai TKWWT, bergantung SKPD masing-masing

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update 11 Juli Kasus Covid-19 di Makassar, Sudah Tembus 4.000 Lebih

Viral: Anak Pulau Sangkarrang Minta Duta Besar Belanda Pulangkan Kapal Boskalis

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar