Kasus Minyak Goreng Diduga Danai Penundaan Pemilu, PKS: Hukum Keras! Kejahatan Sangat Serius!

Terkini.id, JakartaWakil ketua Majelis Syuro PKS, sekaligus Wakil ketua MPR, Hidayat Nur Wahid komentari isu kasus minyak goreng danai penundaan Pemilu.

Menurut Hidayat Nur Wahid, jika memang benar itu terjadi, maka hal tersebut harus dihukum keras karena termasuk kejahatan sangat serius.

Mulanya, politikus PDIP, Masinton Pasaribu, menyebut ada informasi tentang kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor minyak sawit mentah (CPO) untuk biayai wacana penundaan Pemilu 2024.

Baca Juga: Kritik Anies Soal Rumah Sehat, PDIP: Bikin Bingung yang Sekolah!

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, menyebut bahwa jika apa yang disampaikan Masinton benar maka itu adalah kejahatan yang serius.

“Kalau benar kabar dari Masinton P; perusahaan sawit sponsori penundaan pemilu,” ujar Hidayat Nur Wahid melalui akun twitter resminya, @hnurwahid, dikutip Terkini.id, pada Selasa, 26 April 2022.

Baca Juga: Politisi PDIP: Arwah Brigadir J di Alam Kesedihan, Dia Kebingungan

“Duitnya buat bayar sidang MPR untuk ubah konstitusi, maka ini kejahatan sangat serius,” kata Hidayat seperti dilihat di akun Twitternya.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini mengatakan bahwa MPR menolak keras aksi jahat tersebut.

Hidayat minta Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas jika hal itu benar terjadi.

Baca Juga: Politisi PDIP: Arwah Brigadir J di Alam Kesedihan, Dia Kebingungan

“MPR menolak keras manuver dan aksi jahat itu. Mestinya Kejagung segera usut tuntas dan hukum keras,” kata Hidayat.

Masih menjadi polemik soal isu kasus minyak goreng ini bertujuan danai penundaan Pemilu, namun politisi PDIP itu dengan tegas dan percayya diri meyakinkan masyarakat akan dugaannya.

Bagikan