Terkini.id — Pemerimtah Arab Saudi mengeluarkan kebinjakan menyetop sementara penerimaan umrah atau kunjungan wisata. Demi menjamin warganya tidak terjangkit virus corona.
Dampak dari kebijakan tersebut mengakibatkan keberangkatan umrah dari seluruh wilayah di Indonesia khususnya di Sulsel dibatalkan.
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Ismail Bachtiar menghargai kebijakan pemerintah Arab Saudi menyetop sementara penerimaan umrah dan kunjungan wisata.
Namun tidak bisa dipungkiri persoalan tersebut menimbulkan kerugian baik pihak travel maupun jamaah.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga telah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak travel terkait persoalan tersebut.
- Kenaikan Biaya Umrah 2026 Seperti Tsunami: Harga Naik Drastis Jelang Keberangkatan Juli-Agustus
- Sinergi Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan Cegah Haji Ilegal Jelang Haji 2026
- Tepati Janji, Anhar Rahman Umrahkan Timnya
- 150 Travel Haji dan Umrah Akan Berkumpul di Makassar Hadiri Rakernas Kesthuri
- Gebyar Umrah dan Holiday di Mal Ratu Indah Resmi Dibuka, Simak Pesan Kemenag Sulsel
“Mau tidak mau kebijakan Saudi itu harus diterima. Kalau dari pihak travel mungkin itu sudah menjadi resiko bisnis. Tapi pasti bertanggungjawab,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semua pihak karena telah mengambil langkah cepat mengatasi persoalan tersebut.
“Semua pihak bertanggungjawab, tiket pesawat sudah reschedule, pemerintah pusat juga akan memperpanjang visa,” kata Ismail, Jumat 28 Februari 2020.
Selain itu, Ismail juga akan mendorong persoalan ini agar nantinya akan dibahasa melalui rapat dengar pendapat di Komisi E DPRD Sulsel.
“Semua anggota ini lagi reses, nanti saya coba komunikasikan ke teman-teman bagaimana komisi menanggapi persoalan ini,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
