Kejari Jeneponto Giring 2 Bendahara ke Penjara, Intip Ancaman Hukumannya

Kejari Jeneponto
Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto menggiring MS dan S tersangka kasus dugaan korupsi di RSUD Lanto Daeng dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto ke Lapas kelas IIB Jeneponto, Jumat, 4 Desember 2020

Terkini.id, Jeneponto – Setelah memeriksa selama kurang lebih 5 jam, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto menggiring MS dan S tersangka kasus dugaan korupsi di RSUD Lanto Daeng dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto ke Lapas kelas IIB Jeneponto, Jumat, 4 Desember 2020.

Dari pantauan terkini.id, Kedua tersangka tersebut di giring ke penjara sekitar pukul 14.00 Wita dengan memakai mobil Kijang Inova warna hitam.

Dalam konferensi pers, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Jeneponto, Ardi Riyadi yang didampingi oleh Kasi Intel Indraswaty dan Kasi Datun Hafis Muhardi, mengungkapkan, kedua tersangka itu ditahan atas dugaan kasus korupsi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan RSUD Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto.

“MS ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran makan minum (Mamin)  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Jeneponto tahun 2013, dia merupakan bendahara pengeluaran tahun 2014,” kata Ardi Riyadi.

Lebih lanjut Ardi Riyadi mengungkapkan, sebelumnya, pihak kejaksaan telah menahan 3 orang tersang kasus dugaan korupsi Mamin RSUD Lanto Daeng Pasewang tahun 2013.

Menarik untuk Anda:

“MS ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi anggaran belanja makan minum pasien dan petugas jaga malam pada RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas) dengan anggaran kurang lebih Rp 800 juta,” ujarnya.

Sementara, S ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembayaran dana sertifikasi kepada kurang lebih 1000 guru di Kabupaten Jeneponto.

“S diduga melakukan pemotongan pada pembayaran sertifikasi guru bulan kedua tahap pertama tahun 2020, jumlah total yang di potong sebanyak Rp 130.363.000 dari 1000 lebih guru penerima sertifikasi,” ungkapnya.

Kini kedua tersangka sudah berada di balik jeruji besi Rutan Kelas II B Jeneponto, dengan ancaman hukum, MS terancam hukuman seumur hidup dan S terancam hukuman 20 tahun penjara.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pengurus DPC Apdesi Resmi Dilantik, Ini Penegasan Bupati Jeneponto

Sempat Tertunda, 7 Ranperda Akhirnya Disahkan DPRD Jeneponto

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar