Kekuatan Seorang Ibu: Rahasie
Penulis:
Dewi Setiawati
Dosen FKIK UIN Alauddin Makassar
Di era modern ini, semakin banyak wanita mengemban peran ganda yang penuh tantangan. Ada yang bekerja untuk menopang ekonomi keluarga, ada yang mengejar cita-cita sambil menjaga keharmonisan rumah tangga, dan ada pula yang memikul amanah berlapis: menjadi ibu yang penuh kasih di rumah sekaligus profesional yang bertanggung jawab di tempat kerja.
- Eksplorasi Seni Visual Digital, Riswandi Kembangkan Teknik Pengolahan Foto dari Bulukumba
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
Semua peran tersebut tidaklah ringan. Bahkan sering kali terasa melelahkan, baik secara fisik maupun mental.
Di tengah hiruk-pikuk kesibukan tersebut, terdapat satu kalimat sederhana yang menyimpan kekuatan luar biasa:
“La haula wa la quwwata illa billah”. “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”
Bagi seorang ibu yang bekerja, kalimat ini bukan sekadar dzikir, melainkan nafas kehidupan. Setiap pagi, ketika fajar baru menyingsing, seorang ibu sudah mulai berjuang: menyiapkan sarapan, memastikan anak-anak siap berangkat dengan rapi, mengurus kebutuhan suami, lalu bergegas menuju tempat kerja dengan segudang tanggung jawab yang menanti.
Belum lagi tuntutan di kantor, urusan rumah tangga, serta peran sosial di masyarakat. Terkadang terasa seolah pundak ini terlalu rapuh untuk menopang semua beban hidup.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
