Penulis: Dewi Setiawati
Dokter Obgin Klinik Wirahusada Medical Centre & Dosen FKIK UIN Alauddin Makassar
Sebutlah namanya Ny. Anni, 29 tahun. Hari ini adalah kali ketiganya ia datang untuk kontrol kehamilan.
Sebulan yang lalu, ia datang bersama suaminya. Saat aku melakukan pemeriksaan USG, aku melihat dua kantong kehamilan.
Di dalamnya, masing-masing ada denyut jantung yang halus dan indah. “Subhanallah, kembar, Bu…” kataku.
- Eksplorasi Seni Visual Digital, Riswandi Kembangkan Teknik Pengolahan Foto dari Bulukumba
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
- TKIT Nurul Uswah Tandutedong Lepas 51 Anak Didik, Bupati Minta Anak Sidrap Berani Berkompetisi
Bahagia sekali rasanya. Jika aku menilai kebahagiaanku saat itu pada angka sembilan, maka kebahagiaan mereka tentu ada di angka sepuluh.
Senyum mereka merekah, harapan mereka menjulang. “Kontrol dua minggu lagi ya, Bunda…”
Waktu pun berlalu. Dua minggu kemudian mereka kembali datang. Senyum itu masih ada di wajah mereka.
“Bagaimana kabarnya, Bu?” tanyaku.
“Agak keram sedikit, Dok…” jawabnya.
Aku kembali melakukan USG. Tampaklah dua kantong kehamilan, tapi hanya satu yang berdenyut jantungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
