“Tahapan pembangunan tentunya tidak mungkin bisa dilakukan pemerintah kota sendiri, tapi harus melibatkan seluruh komponen masyarakat khususnya, saudara-saudara dari keluarga besar Luwu Raya,” terang Munafri.
Sehingga ke depan, Appi membutuhkan saran dan masukan dari KKLR untuk pembangunan Kota Makassar yang lebih baik. Ia berkomitmen untuk tetap terbuka terhadap saran dan kritik dari seluruh lapisan masyarakat.
“Kami tahu betul bahwa berbagai macam profesi yang ada di Kota Makassar ini, orang-orang yang bisa berfikir baik, bisa berpikir cerdas banyak sekali yang ada di Kerukunan Keluarga Luwu Raya, baik guru besar, birokrat kami berharap bersama kami,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali menyampaikan pihaknya siap membangun sinergitas dengan pemerintah kota untuk mendukung percepatan pembangunan di Makassar.
“Kita perlu apresiasi Pemkot Makassar, sinergi dan kordinasi dalam mendukung semua program,” jelasnya.
- Lebih dari 230 Petugas Teknik diturunkan, PLN Terus Dorong Pemulihan Listrik Sulsel
- Dukung Kinerja Pelindo, PT BIMA Perkuat Keandalan Infrastruktur Pelabuhan di Era Transformasi
- Pemkab Jeneponto Gelar Rapat Optimalisasi Penerimaan BPHTB PLTB Tolo 2 dan 3 Serta Transaksi Digital
- Pupuk Indonesia Catat Penjualan 495.849 Ton di Sulsel, Naik 24 Persen
- Rekam Jejak Ali Kamri Nawir, Sosok Sutradara di Balik Gurita Mafia Lahan Hutan Lindung Sulawesi
Ia menyampaikan bahwa warga Luwu Raya mempunyai status dengan luas wilayah kurang lebih 17.700 meter persegi. Artinya menempati 38,2% di Sulsel.
Sebagai Ketua BPW KKLR Sulsel, ia menegaskan dalam paguyuban yang dipimpinnya menghimpun SDM yang mumpuni, memiliki latar belakang berbagai profesi. Maka diharapkan dapat menjaga kekayaan alam di tanah Luwu.
“Mari kita jaga sama-sama, mari kita jaga pertambangan mari kita lestarikan,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
