Kembali Terseret Kasus Hukum, Gubsu Edy Rahmayadi Dilaporkan ke KPK

Terkini.id, Jakarta – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi kembali terseret hukum, usai dilaporkan Choki Aritonang beberapa waktu lalu, kini Edy kembali dilaporkan atas dugaan kasus korupsi. 

Edy dilaporkan oleh Ismail Marzuki ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima gratifikasi pembangunan bronjong atau tanggul penahan air sungai di Taman Edukasi Buah Cakra di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. 

Ismail yang merupakan warga Sumatera Utara, melaporkan Edy Rahmayadi karena uang pembangunan bronjong diduga berasal dari salah satu pejabat di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumut. 

Baca Juga: Dipimpin Mendagri, Plt Gubernur Sulsel Ikuti Rapat Evaluasi Program Prioritas

Melansir dari Tempo.co, Ismail mengklaim nilai pembangunan bronjong tersebut mencapai angka Rp 2 miliar. 

“Bronjong dibangun di aliran sungai di kawasan rumah sekaligus taman buah, kolam serta peternakan sapi dan kuda yang kami duga milik Edy Rahmayadi di Deli Tua,” kata Ismail Marzuki kepada Tempo, Jumat 14 Januari 2022. 

Baca Juga: Sering OTT! Anggota DPR RI Fraksi PPP Puji Peningkatan Kinerja...

Menurut Ismail, laporan tersebut sudah diterima KPK Kamis kemarin, lewat surat pengaduan masyarakat dan disertai bukti pembangunan bronjong. 

Ia berharap KPK segera menelaah dan menindaklanjuti pengaduan tersebut, karena terkait erat dengan dengan laporan harta kekayaan Edy di KPK. 

“Jadi saya dkk melaporkan gratifikasi pembangunan bronjong senilai Rp 2 miliar sekaligus bertanya ke KPK apakah Taman Edukasi Buah Cakra sekaligus rumah dan berbagai fasilitas didalamnya milik Edy Rahmayadi. Jika itu miliknya kenapa tidak dilaporkan dalam LHKPN,” ungkap Ismail. 

Baca Juga: Sering OTT! Anggota DPR RI Fraksi PPP Puji Peningkatan Kinerja...

Ismail juga menjelaskan luas lahan Taman Buah Cakra sekaligus rumah dan fasilitas di dalamnya sekitar 15 hektare dan berada di kawasan situs budaya Melayu, yakni Benteng Putri Hijau Deli Tua. 

Adapun untuk harga tanah di sana ditaksir mencapai Rp 350 ribu per mater. 

Izin Mendirikan Bangunan disebut atas nama istri Edy, yakni Nawal Lubis dan dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada 2018. 

“Hal itu yang kami tanyakan ke KPK, apakah tanah dan rumah berikut ternak dan kolam ikan itu milik Edy Rahmayadi atau istrinya Nawal Lubis. Kalau milik Edy, seharusnya didaftarkan di LHKPN. Kami cek tidak ada dalam LHKPN terbaru Edy Rahmayadi,” timpalnya. 

Selain itu, pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, membenarkan sudah menerima pengaduan warga Sumut yang melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. 

” Setelah kami cek di persuratan KPK memang ada. Laporan itu nantinya dipelajari, dianalisa serta diverifikasi atas materi dan data sebagaimana surat dimaksud,” ujarnya. 

Di sisi lain, Gubsu Edy Rahmayadi membantah dugaan gratifikasi yang membuatnya dilaporkan ke KPK itu. 

Edy juga mengklarifikasi LHKPN yang dipersoalkan Ismail Marzuki. 

Menurut Edy, laporan harta kekayaannya sudah dicek kebenarannya oleh komisi antirasuah. 

Oleh karena itu, Edy mengatakan akan melaporkan balik pelaporan terhadap dirinya itu (Ismail Marzuki). 

Diketahui sebelumnya, Edy Rahmayadi juga sempat dilaporkan oleh Khairuddin Aritonang (Choki), terkait aksi jewer telinga yang dilakukannya kepada pelatih biliar itu. 

Dalam kasus tersebut, kabarnya Edy juga akan melaporkan balik Choki Aritonang. 

Bagikan