Terkini.id, Makassar – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar sosialisasi dan simulasi panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan atau Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability atau CHSE pada penyelenggaraan kegiatan meeting, incentive, convention, and exhebition atau MICE.
Terkhusus di Kota Makassar Sulawesi Selatan, sosialisasi CHSE untuk MICE digelar pada 9 hingga 10 September 2021 di Novotel Grand Shayla Makassar.
Adapun tujuan dari CHSE untuk MICE adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka mencegah terjadinya episenter atau kluster baru selama masa Pandemi Covid-19.
Ketua Indonesia Hotel General Manager Asosiasi (IHGMA), Sulawesi Selatan, Junaidi Salam mengatakan kegiatan sosialisasi dari Kemenparekraf Republik Indonesia dalam hal penerapan CHSE untuk MICE sangat tepat untuk Sulawesi Selatan.
Apalagi kata dia, seperti diketahui bahwa Sulawesi Selatan khususnya kota Makassar merupakan salah satu kota yang memiliki potensi sebagai destinasi industri MICE di Indonesia.
- Hadiri Pembukaan Jetski World Championship 2024, Wakil Menpar Sebut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
- Resmi Dibuka, Kemenparekraf RI Nilai F8 Makassar Jadi Pusat Berbagai Event Tanah Air
- Berkunjung di Soppeng, Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf RI Kagum dengan Desa Wisata Mattabulu
- Top, Poltekpar Makassar Raih Predikat Informatif dari Kemenparekraf
- Pelatihan Santri Digitalpreneur Indonesia Kemenparekraf Dipusatkan di Pangkep
“Makassar sebagai Kota metropolitan memainkan peranan penting dalam pengembangan industri MICE di tanah air. Hal ini karena Makassar memiliki fasilitas yang cukup untuk kegiatan konvensi dan perhelatan misalnya memiliki pusat kegiatan konvensi, hotel-hotel berbintang, bandara yang bertaraf internasional,”bebernya.
Masih kata Andi yang juga General Manager Dalton Hotel by Phinisi Hospitality Indonesia menyampaikan bahwa kondisi Pandemi Covid-19 saat ini ibarat musim hujan yang tak Kunjung reda.
“Nah, untuk tetap bisa beraktifitas di musim hujan kita butuhkan payung ataupun jas hujan. Sertifikat CHSE ini bisa kita anggap sebagai “Payung” di musim “hujan” ini agar kita tetap bisa berkegiatan, walaupun terbatas namun tetap bisa berjalan sehingga perekonomian pun bisa berputar,”urainya.
Sementara itu, Direktur Pertemuan Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf Masruroh berharap agar pelaku industri meningkatkan kepercayaan bahwa pariwisata khususnya MICE, bukan halangan untuk bergerak meskipun di masa Pandemi Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
