Sementara itu, AEM (ASEAN Enabling Masterplan terkait dengan agenda bersama ASEAN yang melakukan langkah nyata bersama menciptakan lingkungan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Komitmen bersama didasarkan pada delapan prinsip dasar, masing-masing penghormatan terhadap martabat yang melekat, otonomi individu termasuk kebebasan untuk membuat pilihan sendiri, dan kemandirian orang.
Kemudian Non-diskriminasi, Partisipasi dan inklusi yang penuh dan efektif dalam masyarakat; dan menghormati Perbedaan dan penerimaan penyandang disabilitas sebagai bagian dari keragaman manusia dan kemanusiaan.
Prinsip dasar lainnya adalah: 5) Kesetaraan kesempatan; 6) Aksesibilitas; 7) Kesetaraan antara pria dan wanita; dan 8) Menghormati kapasitas anak yang terus berkembang dengan disabilitas dan penghormatan terhadap hak anak penyandang disabilitas untuk melestarikan Identitas.
Pertemuan juga akan meneguhkan penguatan kerja sama di Kawasan Asia Tenggara melalui proyeksi kerjasama dan kemitraan yang efektif dalam isu pembangunan yang inklusif disabilitas.
- Sentra Wirajaya Makassar Sasar Puluhan Penyandang Disabilitas di Toraja Utara
- Wali Kota Makassar Temui Kemensos, Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat di Pulau
- Buka Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin, Sekolah Rakyat di Makassar Beroperasi 14 Juli
- Kuatkan Soliditas, Cara Satker Kemensos RI Se Sulawesi Selatan Kuatkan Solidaritas Kompetisi Olahraga
- Lengkap! Berikut Tiga Poin Penting Pemenuhan Hak Disabilitas yang Dirumuskan di AHLF 2023
Selain menjalani serangkaian pertemuan, delegasi juga akan menyaksikan sejumlah pameran.
Jenis pameran yang disiapkan adalah pameran teknologi alat bantu dan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas.
Di sini, peserta pameran dapat memberikan informasi dan mendemonstrasikan penggunaan teknologi alat bantu dan akomodasi seperti Tune Map (aplikasi map untuk tuna netra), Tongkat Adaptif, Difalink (platform informasi lowongan kerja khusus untuk rekan disabilitas melalui website dan sosial media), atau aplikasi perpustakaan bergerak.
Ada juga festival seni disabilitas. Di sini, dibangun booth atau stand bertema Festival Seni Disabilitas yang menampilkan berbagai konten, informasi, dan aktivitas yang berfokus pada promosi seni, kesadaran tentang disabilitas, dan inklusi.
Ada juga kewirausahaan disabilitas. Peserta pameran menampilkan produk kewirausahaan disabilitas dari berbagai sektor, seperti produk seni dan kerajinan, fashion dan aksesoris, makanan, dan sebagainya. Tak kalah menarik, diselenggarakan juga hasil produksi penyandang disabilitas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
