Kenali ‘Foodie Call’, Jangan Sampai Baper!

Terkini.id – Apa, sih, foodie call itu? Menurut Urban Dictionary, “foodie call” adalah ketika seseorang (wanita/pria) mengajak keluar entah ke mana hanya untuk urusan “makanan” tanpa adanya perasaan atau semacamnya yang terlibat. Singkatnya, hanya sejenis old-fashioned “let’s eat”. Tidak lebih. 

Dirangkum dari Science Daily, secara singkat foodie call berarti “dating for free meal (rather than a relationship)”.

Ilustrasi ‘foodie call. Instagram /msloonyanna

Jadi, berkencan hanya untuk mendapat makanan gratis, bukan karena ada rasa apa pun (apalagi sampai tertarik menjalin suatu hubungan).

Baca Juga: Dijodohkan dengan Gading Marten, Ini Fakta-fakta Seputar Kirana Larasati

Foodie call bisa dibilang adalah suatu fenomena kencan terbaru yang sekarang cukup nge-trend di kalangan masyarakat. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa 22-33% perempuan pernah melakukan foodie call. 

Menurut peneliti, perempuan yang melakukan kencan semacam ini biasanya memiliki nilai kepribadian lebih tinggi pada ciri kepribadian “dark triad”/”triad gelap” (tiga ciri/karakter kepribadian gelap).

Baca Juga: Menjelang Valentine, Ketahui Tren Valentighting yang Kerap Terjadi ini

Dalam ilmu psikologi sendiri, triad gelap ini mengacu pada ciri-ciri kepribadian “psikopati, machiavellianisme, dan narsisme”.

Machiavellianisme (machiavellianism) adalah karakteristik kepribadian yang dinamakan sesuai nama Niccolo Machiavelli, seorang penulis dari abad ke-16.

Karakteristik ini didefinisikan sebagai sebuah proses di mana seseorang melakukan manipulasi untuk memperoleh semacam penghargaan yang lebih daripada apa yang seharusnya ia peroleh jika tanpa melakukan manipulasi.

Baca Juga: Unggah Foto dengan Mata Sembab, Aurelie Moeremans Banjir Dukungan Sesama...

Bisa dibilang bahwa ini merupakan suatu cara yang memanfaatkan orang lain agar bisa maju. 

Meskipun perempuan yang pernah melakukan foodie call menganggap ini adalah hal yang wajar dan biasa, tetapi pada kenyataannya, sebagian besar perempuan justru berpendapat bahwa hal ini sangat tidak bisa diterima.

“Beberapa sifat gelap telah dikaitkan dengan perilaku menipu dan eksploitatif dalam hubungan romantis, seperti cinta satu malam, berpura-pura orgasme, atau mengirim gambar-gambar seksual yang tidak diminta,” jelas Collisson.

Collisson dan Harig mengatakan bahwa mereka tertarik pada foodie call setelah membaca tentang fenomena ini di beberapa berita.

Foodie call sendiri saat ini terjadi paling banyak di Amerika Serikat. Meskipun demikian, Collisson beropini bahwa tak menutup kemungkinan di daerah/negara-negara lain juga sudah banyak (hanya saja, belum dilakukan penelitian terkait di wilayah-wilayah tersebut).

Para peneliti pun mencatat bahwa foodie call dapat terjadi dalam banyak jenis hubungan dan dapat dilakukan oleh semua jenis kelamin (jadi bisa perempuan atau laki-laki, akan tetapi penelitiannya baru pernah dilakukan kepada perempuan).

Jadi, jika pernah mengalami hal serupa, jangan sampai bawa perasaan, ya, karena bisa saja kamu hanya korban foodie call!

Bagikan