Terkini.id, Makassar – Pemeritah Kota Makassar mengklaim telah memetakan tujuh daerah yang rawan bencana banjir saat musim hujan.
Adapun daerah yang dimaksud, antara lain, Kecamatan Biringkanayya, Tamalanrea, Manggala, Rappocini, Tallo, Tamalate dan Panakukang.
“Sudah menjadi kegiatan tahunan saat memasuki musim penghujan juga untuk antisipasi dini,” kata Muh. Rusli, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Jumat, 18 September 2020.
Ia mengatakan sudah persiapkan anggota untuk bertugas di masing-masing wilayah.
“Ada relawan dari warga,” tuturnya.
- Muktamar V Wahdah Islamiyah Hadirkan Bazar Halal dan Muslim Family Expo 2026, Target 12 Ribu Pengunjung
- Kadis Ketahanan Pangan Jeneponto Pastikan Ulat di Menu MBG Viral Bukan dari SPPG Batang 1
- Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial Harmonis dan Produktif
- Perumda Air Minum Makassar Peringati HUT ke-102 dengan Tausiah, Perkuat Integritas dan Pelayanan
- HUT ke-102 PDAM Makassar, Appi Tekankan Pelayanan Berkualitas dan Ketahanan Hadapi Kemarau
Rusli menambahkan daerah rawan atau berpotensi banjir seperti pengalaman tahun lalu saat cuaca hujan ekstrem.
Kota Makassar dan sekitarnya mengalami curah hujan tinggi karena menjadi daerah potensi terdampak La Nina.
Sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD telah menyebar tim hingga relawan di tingkat bawah.
Selain itu menyiapkan peralatan kebencanaan seperti perahu, logistik dan lainnya.
“Kemarin kita sudah siapkan anggota untuk siap siaga dan peralatan dalam penanganan. Kita punya relawan hingga tingkat RW,” tambahnya.
Sementara, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy memberi dukungan anggaran untuk penanganan dampak bencana banjir.
“Sudah dianggarkan melalui belanja tak terduga yang sewaktu-waktu dapat digunakan apabila mendesak,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
