Terkini.id, Makassar – Pemeritah Kota Makassar mengklaim telah memetakan tujuh daerah yang rawan bencana banjir saat musim hujan.
Adapun daerah yang dimaksud, antara lain, Kecamatan Biringkanayya, Tamalanrea, Manggala, Rappocini, Tallo, Tamalate dan Panakukang.
“Sudah menjadi kegiatan tahunan saat memasuki musim penghujan juga untuk antisipasi dini,” kata Muh. Rusli, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Jumat, 18 September 2020.
Ia mengatakan sudah persiapkan anggota untuk bertugas di masing-masing wilayah.
“Ada relawan dari warga,” tuturnya.
- Mahasiswa Polbangtan Kementan Raih Prestasi Nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah ISMAPETI XXI
- Kadispora Syamsul Bahri Buka Makarena Season 2, E-Sport Jadi Ruang Kreativitas dan Prestasi Anak Muda
- Desakan Insan Pers, Hukum Polisi yang Merampas HP Wartawan Saat Meliput Pengungkapan Sabu 1 Kg di Jeneponto
- LPS Gandeng Unhas Bekali Generasi Muda Makassar Bentengi Finansial di Era Digital
- Dari Pendidikan hingga Infrastruktur, Wali Kota Appi Pastikan Perhatian Pemkot Menjangkau Wilayah Kepulauan
Rusli menambahkan daerah rawan atau berpotensi banjir seperti pengalaman tahun lalu saat cuaca hujan ekstrem.
Kota Makassar dan sekitarnya mengalami curah hujan tinggi karena menjadi daerah potensi terdampak La Nina.
Sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD telah menyebar tim hingga relawan di tingkat bawah.
Selain itu menyiapkan peralatan kebencanaan seperti perahu, logistik dan lainnya.
“Kemarin kita sudah siapkan anggota untuk siap siaga dan peralatan dalam penanganan. Kita punya relawan hingga tingkat RW,” tambahnya.
Sementara, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy memberi dukungan anggaran untuk penanganan dampak bencana banjir.
“Sudah dianggarkan melalui belanja tak terduga yang sewaktu-waktu dapat digunakan apabila mendesak,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
